POJOKSATU.ID- Pasca ratusan siswa keracunan MBG, Badan Gizi Nasional (BGN) siap bertanggung jawab bagi korban siswa dan guru yang diduga keracunan Duren Sawit, Jakarta Timur.
"Yang tidak ter-cover oleh BPJS Kesehatan, BGN menyatakan akan bertanggung jawab untuk itu," kata Gubernur DKI Pramono Anung di Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Duren Sawit, Jakarta Timur, Sabtu.
Pramono menambahkan terkait pembiayaan, bagi yang sudah terdaftar BPJS Kesehatan maka sepenuhnya akan dibantu hingga pulih.
Penanganan secara cepat telah dilakukan dengan koordinasi antara BGN dan Pemerintah Provinsi DKI beserta jajaran.
"Jadi, penanganan dan koordinasi yang cepat antara BGN, Pemerintah DKI Jakarta dan juga dengan Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan dan tentunya beberapa rumah sakit yang tadi saya sebutkan," ucapnya.
Kini, Pemerintah Provinsi DKI tengah menunggu hasil laboratorium dari pemeriksaan MBG dan meminta pihak terkait untuk bertanggung jawab secara terbuka.
Diharapkan para korban siswa maupun guru bisa segera pulih dan bisa kembali beraktivitas seperti sedia kala.
"Alhamdulillah kondisinya sekarang semuanya stabil, 'recovery' (proses pemulihan), mudah-mudahan satu dua hari udah selesai semua," katanya seperti dikutip.
Sekedar diketahui, Program.MBG yang dijalankan sebetulnya bukan sekali atau dua kali bermasalah, bahkan tak sedikit siswa yang keracunan, akibatnya banyak siswa yang takut menyantap MBG
Sebelumnya, dilaporkan sedikitnya 135 siswa dan guru diduga keracunan usai mengonsumsi makanan dari program MBG di kawasan Pondok Kelapa, Jakarta Timur (Jaktim).
Rinciannya, di SDN Pondok Kelapa 09 sebanyak 33 siswa terdampak, tujuh di antaranya dirawat di RSUD Duren Sawit.
Baca Juga: Dua Pesawat Tempur AS Jatuh Ditembak Iran, Trump Enggan Bahas Rincian Operasi Penyelamatan
Lalu, di SDN Pondok Kelapa 01 sebanyak 37 siswa, di SDN Pondok Kelapa 07 ada 31 siswa dengan delapan di antaranya dirawat dan di SMAN 91 ada 34 orang terdiri dari 28 siswa dan 6 guru serta tenaga kependidikan.
Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (2/4) sekitar pukul 11.00 WIB, bertepatan dengan waktu pembagian makanan kepada siswa.
Selama ini anak-anak cenderung tidak langsung memakan menu MBG yang umumnya berupa nasi.
Namun, menu spageti pada hari kejadian membuat banyak siswa tertarik untuk langsung mengonsumsinya di sekolah.
***



