POJOKSATU.ID - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dipastikan tetap berlanjut selama bulan suci Ramadan 2025.

Kepastian ini disampaikan langsung oleh Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, yang menegaskan bahwa ibadah puasa tidak menjadi penghalang bagi negara dalam memenuhi hak dasar masyarakat, khususnya akses terhadap makanan bergizi bagi anak-anak sekolah.

Dadan menjelaskan, pelaksanaan MBG selama Ramadan dilakukan dengan skema khusus yang menyesuaikan kondisi peserta didik.

Baca Juga: Viral Rumah Warga Terkepung Lumpur, Video Pembersihan Banjir di Aceh Bikin Netizen Ikut Sesak

Siswa yang menjalankan ibadah puasa tetap menerima makanan bergizi, namun diberikan untuk dibawa pulang dan dikonsumsi saat waktu berbuka puasa di rumah.

Sementara itu, siswa yang tidak berpuasa tetap bisa mengonsumsi makanan di sekolah, namun dengan cara yang tidak mencolok.

“Program MBG tetap berjalan selama Ramadan. Untuk siswa yang berpuasa, makanannya bisa dibawa pulang. Sedangkan yang tidak berpuasa, tetap bisa makan di sekolah dengan cara yang lebih tertutup,” ujar Dadan Hindayana, dikutip pojoksatu.id dari instagram @pembasmi.kehaluan.reall

Baca Juga: Skema PPPK Paruh Waktu Resmi Ditutup Mulai 2026, Ini Nasib Honorer dan PPPK Paruh Waktu, Simak Lengkapnya

Kebijakan ini menjadi bentuk adaptasi pemerintah dalam menjaga keseimbangan antara pelayanan publik dan nilai-nilai sosial keagamaan.

Ramadan tidak dijadikan alasan untuk menghentikan program strategis nasional, terlebih MBG memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas gizi anak dan menekan angka stunting.

Menurut Dadan, keberlanjutan MBG di bulan puasa menunjukkan kehadiran negara yang konsisten dalam menjangkau kelompok rentan, terutama siswa di daerah-daerah yang sangat bergantung pada program makan gratis dari pemerintah.

Baca Juga: Mobil Unyil untuk Guru! Dipinjamkan, Dikreditkan, atau Diberikan Gratis? Kapan Akan Diresmikan?

Negara memastikan tidak ada anak yang kehilangan asupan gizi hanya karena perbedaan kondisi ibadah.

Meski demikian, skema makan “sembunyi-sembunyi” bagi siswa yang tidak berpuasa sempat menjadi perhatian publik.

Pemerintah menilai pendekatan tersebut sebagai bentuk toleransi dan penghormatan terhadap siswa yang menjalankan ibadah puasa, sekaligus menjaga suasana kondusif di lingkungan sekolah selama Ramadan.

Baca Juga: VIRAL! Mobil Unyil Disebut Kendaraan Dinas Guru, Fakta atau Gagasan?

Hingga kini, Badan Gizi Nasional belum mengumumkan secara resmi skema pelaksanaan MBG untuk Ramadan 2026.

Pemerintah menyatakan kebijakan untuk tahun berikutnya akan ditentukan setelah dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan MBG selama Ramadan 2025.

“Untuk kebijakan tahun depan, tentu akan kami evaluasi terlebih dahulu berdasarkan pelaksanaan tahun ini,” kata Dadan.

Baca Juga: Pemulihan Kelistrikan Aceh Dipercepat, PLN Fokuskan Fasilitas Umum

Evaluasi tersebut akan mencakup efektivitas distribusi makanan, respons sekolah dan orang tua, hingga dampak sosial yang muncul selama program berjalan di bulan puasa.

Hasil evaluasi inilah yang nantinya menjadi dasar penentuan kebijakan lanjutan.

Dengan pendekatan yang fleksibel dan adaptif, pemerintah berharap Program Makan Bergizi Gratis tetap berjalan optimal, inklusif, serta mampu menjawab kebutuhan gizi anak Indonesia, baik di bulan Ramadan maupun di luar Ramadan.***