POJOKSATU.id, BENGKULU—Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali makan korban. Kali ini bukan keracunan tetapi dendam kesumat di antara dua pegawai SPPG Padang Serai Kota Bengkulu.

Satpam SPPG Padang Serai berinsial RU tega membunuh relawan MBG di kantor mereka, Indo Melvi Yunadatia (24) hanya gara-gara diejek berkulit hitam.

Kejadian pembunuhan terjadi Senin dini hari, 14 September 2026 sekitar pukul 02.30 WIB ketika korban berangkat mengendarai Honda Scoopy dari rumahnya menuju SPPG Padang Serai Kota Bengkulu.

Korban menetap di Desa Riak Siabun, Sukaraja, Kabupaten Seluma, Bengkulu. Sementara SPPG tempatnya bekerja di Padang Serai Kota Bengkulu.

Baca Juga: Empat Hari Sudah KM Virgo Transport Terbalik di Laut Jawa, 129 Penumpang Masih Hilang

Relawan MBG ini ditemukan tak bernyawa di aliran Sungai Kampung Bahari, Sumber Jaya, Kampung Melayu, Kota Bengkulu, Senin (14/9/2026) atau rute perjalanan dari rumah ke kantornya.

Tak berselang lama usai kejadian, polisi menangkap teman sekantor korban yaitu RU yang merupakan Satpam SPPG Padang Serai.

Kasat Reskrim Polresta Bengkulu, AKP Prengki Sirait, mengatakan saat ini pihaknya masih mengambil keterangan terhadap satu orang laki-laki yang mereka amankan.

"Benar kita sudah mengamankan satu orang Laki-laki, saat ini masih dimintai keterangan, laki-laki yang diamankan ini berkaitan dengan kematian korban," ungkap AKP Prengki saat diwawancarai, Selasa (15/9/2026).

Baca Juga: Purbaya Dicopot, Anaknya Sentil Raja Juli Antoni hingga Singgung 'Tahu Lah Siapa Mafianya'

Pengakuan Satpam SPPG

Dalam sebuah video yang beredar setelah diamankan polisi, RU mengaku perbuatannya dilatarbelakangi rasa kesal karena korban kerap mengejeknya dengan sebutan hitam sejak SMP hingga di tempat kerja.

"Karena mengejek hitam terus, Bang, dari SMP sampai sekarang," ujar RU dalam video tersebut.

RU mengaku merasa lelah dan sakit hati karena ejekan itu bahkan pernah diucapkan di depan orang banyak.

Ia pun mengakui hal tersebut menimbulkan dendam.

RU menyebut korban dibekap hingga meninggal dunia di TKP lalu digendong dan dibuang ke sungai.

RU juga membantah adanya tindakan pelecehan terhadap korban.

Mengenai sepeda motor Indo yang ditemukan di pinggir jalan, ia mengatakan motor itu memang jatuh di lokasi tersebut.

Sepeda motor korban ditemukan di pinggir jalan dalam kondisi tertutup sampah.

Sementara kakek korban, Mustad, mengatakan lokasi sungai ditemukannya korban memiliki kedalaman sekitar tiga meter.

Ada pula temuan batu berukuran sedang yang berada di dalam pakaian korban.

"Batu pemberat ada di dalam baju," ungkapnya.***