POJOKSATU.id — Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto resmi menaikkan pangkat Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya dari mayor menjadi letnan kolonel (letkol) pada Kamis (6/3/2025).

Kenaikan pangkat tersebut dikonfirmasi oleh Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (AD), Brigjen TNI Wahyu Yudhayana.

"Saya sampaikan kepada rekan-rekan media, bahwa informasi tersebut memang betul dan sudah sesuai dengan ketentuan yang berlaku di TNI serta dasar perundang-undangan (perpres). Secara administrasi juga semua sudah dipenuhi," ujar Wahyu pada Kamis (6/3/2025), dikutip dari Antara.

Keputusan tersebut tertuang dalam Surat Perintah Nomor Sprin/674/II/2025 yang telah dikonfirmasi kebenarannya oleh pihak terkait.

Baca Juga: Mengenal Sosok Asro Budi, Mayjen TNI Purn Viral Disangka Aguan Usai Mayor Teddy Beri Hormat

Melalui surat tersebut, kini Teddy Indra Wijaya lebih layak dipanggil Letkol Teddy.

Karier Cemerlang Teddy Indra Wijaya

Letkol Teddy Indra Wijaya dikenal sebagai perwira TNI AD yang memiliki rekam jejak gemilang dalam karier militernya. Sebelumnya, ia dipercaya mengemban tugas sebagai ajudan Presiden Joko Widodo pada periode pertama kepemimpinannya (2014-2019).

Lahir dari latar belakang pendidikan militer yang kuat, Teddy merupakan alumnus SMA Taruna Nusantara, Magelang, Jawa Tengah, sebelum melanjutkan pendidikannya ke Akademi Militer (Akmil) dan lulus pada tahun 2011.

Setelah lulus, ia bergabung dengan Komando Pasukan Khusus (Kopassus) dan menorehkan berbagai prestasi.

Saat mengikuti seleksi ajudan Presiden Jokowi, Teddy yang saat itu berpangkat letnan satu (lettu) bersaing ketat dengan kandidat lainnya hingga akhirnya terpilih mewakili TNI.

Baca Juga: Presiden Prabowo BUBARKAN Sekretariat Kabinet, Padahal Ada Jabatan Sekretaris Kabinet, Begini Akhirnya Posisi Mayor Teddy

“Saya terpilih mewakili TNI,” ujar Teddy dalam video berjudul Sang Asisten Ajudan Presiden yang diunggah di kanal YouTube Presiden Joko Widodo pada 6 September 2018.

Setelah menyelesaikan tugasnya sebagai ajudan Presiden, Teddy melanjutkan pendidikan militernya di Amerika Serikat dan berhasil meraih tab ranger, sebuah pencapaian bergengsi yang menandakan bahwa ia memenuhi kualifikasi sebagai pasukan elite Angkatan Darat AS (US Army Ranger School).

Pada November 2019, ia bahkan menjadi lulusan terbaik US Army Infantry School di Fort Benning, AS, dengan predikat International Honor Graduate dari total 185 perwira siswa, termasuk 171 perwira Amerika dan 14 perwira asing.

Baca Juga: Mengejutkan, Mayor Teddy Ditunjuk Presiden Prabowo sebagai SEKRETARIS KABINET, Sejajar MENTERI dan Setara BINTANG EMPAT

Sekembalinya ke Tanah Air, Teddy kemudian diangkat menjadi ajudan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto sejak tahun 2020.

Namanya semakin dikenal luas setelah Prabowo mencalonkan diri sebagai presiden dalam Pemilu 2024, di mana Teddy kerap terlihat mendampinginya dalam berbagai kesempatan kampanye.

Bahkan, saat Prabowo dinyatakan unggul dalam hitung cepat (quick count) Pemilu 2024, ia secara langsung menyebut nama Teddy dalam pidatonya di Istora Senayan, Jakarta, pada 14 Februari 2024.

"Saya ingin menyampaikan terima kasih kepada anak-anak muda yang merupakan tim pendukung saya, yang merupakan tim inti kunci bagi saya. Saya ucapkan terima kasih kepada anak saya Mas Didit, kemudian ajudan saya Mayor Teddy," kata Prabowo.

Kemudian, Teddy Indra Wijaya dipilih menjadi Sekretaris Kabinet Merah Putih dan resmi dilantik pada 21 Oktober 2024.

Baca Juga: Profil Mayor Teddy yang Digandrungi Kaum Hawa, Ternyata Umurnya baru 34 Tahun

Kekayaan Teddy Indra Wijaya

Sebagai perwira tinggi TNI yang kini berpangkat Letkol, Teddy Indra Wijaya tercatat memiliki harta kekayaan senilai Rp15,3 miliar.

Jumlah tersebut terdaftar dalam laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) yang dilaporkannya ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 15 Januari 2025.

Sebagian besar asetnya berasal dari tanah dan bangunan dengan total nilai mencapai Rp8,2 miliar.

Ia memiliki lima bidang tanah yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, salah satunya di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah.

Tanah pertamanya di Sragen seluas 578 m2/90 m2 memiliki nilai Rp600 juta, sedangkan tanah kedua seluas 3.560 m2 bernilai Rp1,3 miliar. Selain itu, sumber kekayaan lainnya berasal dari harta bergerak lain yang mencapai Rp4,6 miliar.

Dalam laporannya, Teddy juga tercatat tidak memiliki utang piutang. ***