POJOKSATU.ID - Penemuan jasad remaja perempuan di lahan kosong Pejaten Barat, Jakarta Selatan, bukan sekadar perkara kematian misterius.

RTA (14), remaja yang ditemukan tewas di lahan kosong kawasan Pejaten Barat, disebut bekerja di sebuah spa bernama Deltas Spa.

Polisi menyebut korban bukan dalam keadaan hamil. Namun, hasil autopsi lengkap masih ditunggu untuk memastikan penyebab kematiannya.

Baca Juga: Kementan Dorong Penyuluh Pertanian Dukung Sekolah Lapang Iklim BMKG

“Untuk penyebab kematian dan kondisi jenazah masih menunggu hasil autopsi, tapi sejauh ini yang diketahui korban tidak dalam keadaan hamil,” kata AKP Citra Ayu, Kanit PPA Polres Metro Jaksel, dikutip Minggu (12/10/2025).

Sementara itu, polisi juga memeriksa manajemen spa, khususnya bagian rekrutmen.

Kasat Reskrim Polres Metro Jaksel AKBP Ardian Satrio Utomo mengatakan, pihaknya ingin mengetahui bagaimana remaja di bawah umur bisa diterima bekerja di sana.

Baca Juga: Mengapa Indonesia Butuh Sekolah Unggul? Begini Arah dan Tujuan Sekolah Garuda, Mimpi Besar Prabowo untuk Cetak Siswa

“Manajer sudah kami panggil. Kami fokus ke proses rekrutmen dulu. Harusnya Kamis kemarin, tapi mereka minta mundur minggu depan,” ujar Ardian.

Dugaan sementara, korban bisa saja terjatuh atau melompat. Namun polisi belum mengambil kesimpulan final.

Di sisi lain, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung angkat bicara. Ia menegaskan bahwa anak di bawah umur tidak boleh bekerja, apalagi di sektor berisiko seperti spa.

“Kami meminta agar anak-anak yang belum cukup umur tidak dipekerjakan, apalagi dalam pekerjaan seperti itu,” katanya di Balai Kota.

Baca Juga: Pengamat Politik Ungkap Polling Geliat Pilpres 2029, Prabowo-Purbaya Tanda Tanya, Kalahkan Pamor Mr J

Pramono mengingatkan, Undang-Undang Perlindungan Anak dan aturan ketenagakerjaan tegas melarang praktik eksploitasi anak.

“Kalau Pemprov tahu ada yang seperti ini, pasti kami turun tangan,” tegasnya. ***