POJOKSATU.id, JAKARTA— Mayat Imam Masykur, warga Bireuen Aceh, dibuang jauh ke sungai Cibogo Karawang oleh oknum Paspampres Praka Riswandi Manik dan 2 anggota TNI itu.
Namun mayat ini ditemukan warga dan dilaporkan ke polisi. Kasus penculikan dan pembunuhan ini terungkap dari ponsel milik korban yang dijual.
Komandan Polisi Militer Kodam Jaya (Danpomdam) Jaya Kolonel CPM Irsyad Hamdie Bey Anwar membeberkan identitas tiga pelaku penculikan yaitu Praka Riswandi Manik dari kesatuan Paspampres, Praka HS dari Direktorat Topografi TNI AD dan Praka J dari Kodam Iskandar Muda Aceh.
Danpomdam mengungkap proses penangkapan dan pengungkapan keterlibatan tiga pelaku penculikan Imam Masykur.
Baca Juga: Netflix Buat Dokumenter Kasus Jessica Wongso Kopi Sianida, Tayang Bulan September
Irsyad mengatakan bahwa proses penangkapan Praka RM, Praka HS, dan Praka J diawali dengan melacak ponsel milik korban, Imam Masykur.
Ia mengaku, dalam proses pelacakan itu pihaknya menggandeng pihak Polda Metro Jaya.
Akhirnya terungkap bahwa ponsel milik korban Imam Masykur telah dijual oleh Praka Riswandi Manik usai ketiganya menghabisi dan membuang jasad korban ke Karawang.
"Polda Metro Jaya nge-trek handphone nomor itu, kemudian dapat (Praka RM)," sebut Danpomdam Jaya, Kolonel CPM Irsyad Hamdie Bey Anwar, Senin (28/8/2023).
Baca Juga: Sanksi Irjen Napoleon Bonaparte Cuma Administratif 3 Tahun dan Tetap Jadi Polisi
"Kemudian ya udah ketemu dilacak, dilacak, dilacak, dapatlah itu (ketiga pelaku)," imbuhnya.
Ketiga pelaku menurut Kolonel Irsyad bukan ditangkap, tetapi diambil dari kesatuan masing-masing.
"Kalau kita sistemnya tidak ditangkap. Kita kan datang ke satuannya lalu diambil, ya diamankan-lah di tanggal 23 (Agustus) itu. Jangan bilang ditangkap," katanya.
Dibuang ke Sungai Cibogo Karawang
Kasus penemuan mayat di Sungai Cibogo Margamulya pada Jumat 18 Agustus 2023 sempat membuat heboh warga Karawang Barat.
Baca Juga: Creator Nasab
Polisi saat itu menginformasikan adanya penemuan jenazah tanpa indentitas di Karawang, Jawa Barat.
Sepupu Imam Masykur, Said Sulaiman lalu diminta untuk melakukan pengecekan di sebuah rumah sakit di Karawang pada 23 Agustus 2023.
"Dihubungi polisi ada penemuan mayat di Sungai, Karawang. Jadi ditemuka di sungai di Karawang sudah dari tanggal 18 lalu dibawa ke RS di Karawang sampai 23 Agustus. Dari Polda bilang si korban ini udah gak bernyawa di Karawang tanpa identitas," kata Said Sulaiman, Senin (28/8/2023).
Said kemudian bertolak ke Karawang untuk mengecek jenazah tanpa identitas tersebut. Dan benar, bahwa jenazah tersebut adalah Imam Masykur, sepupunya yang diculik oleh tiga anggota TNI AD.
Pura-pura Jadi Polisi
Kolonel Irsyad mengatakan, saat menculik dan menganiaya korban, mereka bertiga berpura-pura menjadi polisi.
Ketiganya berpura-pura menangkap korban dengan alasan menjual obat-obatan ilegal.
Saat itu, Imam Masykur bersama kedua rekannya tengah menjaga toko kosmetik yang ada di Jalan Sandratx, Kelurahan Rempoa, Kecamatan Ciputat Timur, Tangsel.
Ketiga pelaku membawa korban dengan dalih penangkapan.
Ketiga oknum TNI yang mengaku sebagai polisi itu diduga memeras agar Imam Masykur dengan alasan agar tak diproses hukum atas dugaan menjual obat terlarang.
Ketiga pelaku lalu meminta uang ke keluarga korban sebesar Rp 50 juta.
Para pelaku diduga menghubungi keluarga Imam Masykur untuk meminta tebusan tersebut. Penganiayaan itu diduga dilakukan demi mendapatkan uang.
Korban kemudian tewas akibat penganiayaan.***




