POJOKSATU.id, BANTEN—Kasus hilangnya lima jurnalis saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau pada 7 September 2026 mulai menemukan titik terang.

Setelah proses pencarian tim SAR dihentikan usai 10 hari kejadian, ternyata jasad Suratman Anak Buah Kapal (ABK) yang membawa lima jurnalis ini ditemukan.

Jasad Suratman terbawa arus laut ke Pulau Enggano, Bengkulu, jauh dari lokasi erupsi Gunung Anak Krakatau yang berada di Banten.

Baca Juga: Update Korban KM Virgo Transport 8, 18 Orang Meninggal, 14 Sudah Teridentifikasi Tim DVI

Kapolda Banten Irjen Hengki, Rabu (23/9) mengatakan, pihaknya menerima informasi soal penemuan mayat di Pulau Enggano yang berada di Bengkulu pada hari kelima pencarian atau 12 September lalu.

"Di Pulau Enggano, Bengkulu Utara, ditemukan jenazah Mr X," ujarnya.

Dia mengatakan pihaknya berkoordinasi dengan Polda Bengkulu untuk mengevakuasi jenazah. Setelah itu, tim dari Polda Banten mengumpulkan sampel DNA dari delapan keluarga korban.

Setelah dilakukan pemeriksaan, hasilnya diketahui kalau jasad itu merupakan Suratman. Dia mengatakan pemeriksaan menunjukkan jasad identik dengan data antemortem anak Suratman.

Baca Juga: Perhutani Pastikan Area Hutan Di Situ Cigangsa Tidak Akan DitebangBaca Juga: Perhutani Pastikan Area Hutan Di Situ Cigangsa Tidak Akan Ditebang

"Teridentifikasi sebagai Suratman atau ABK kapal, ayah biologis dari Tuan Yayat. Tuan Yayat ini adalah putra kandung dari Bapak Suratman," ucapnya.

Irjen Hengki menjelaskan kapal yang membawa lima jurnalis ini hilang setelah berangkat pada 7 September 2026.

Identitas lima jurnalis serta tiga kru kapal yang hilang, yakni:

1. M Bagus Khoirunnas (Antara)

2. Arie Basuki (Merdeka.com)

3. Yudistiro Pranoto (iNews)

4. Firman Daus (Anadolu Agency)

5. Donal Husni (jurnalis lepas/freelance).

6. Warta (kapten kapal),

7. Suratman (anak buah kapal/ABK),

8. Heriyanto (pemandu).***