POJOKSATU.ID - Menjelang akhir tahun, rencana liburan mulai disusun, tiket mulai diburu, dan deretan stasiun kembali jadi tempat paling ramai.

Bagi yang ingin bepergian menggunakan kereta api pada masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Ada kabar baik PT Kereta Api Indonesia (KAI) telah membuka pemesanan tiket mulai H-45 sebelum tanggal keberangkatan.

Baca Juga: Tes Substantif Numerasi Mematikan? Ini 5 Strategi Biar Nggak Kalah Waktu di Tes PPG!

Artinya, untuk keberangkatan 18 Desember 2025, tiket sudah bisa dibeli sejak 3 November 2025.

Dengan kebijakan ini, masyarakat memiliki waktu lebih panjang untuk merencanakan perjalanan tanpa panik di detik-detik terakhir.

Corporate Secretary KAI, Raden Agus Dwi Tjahjono, menjelaskan bahwa pembelian tiket bisa dilakukan melalui aplikasi Access by KAI, website resmi kai.id, serta berbagai kanal mitra resmi lainnya seperti Livin’ by Mandiri, Shopee, Traveloka, dan Tokopedia.

Baca Juga: Geger di Trans Sulawesi, Mobil Pembawa Uang BNI Rp 4,6 Miliar Tiba Tiba Terbakar

Kebijakan H-45 ini juga bertujuan agar calon penumpang bisa memilih jadwal, rute, dan tempat duduk yang diinginkan sejak jauh-hari, sekaligus meminimalisir praktik percaloan dan lonjakan harga tidak resmi.

Beberapa rute favorit seperti Jakarta–Yogyakarta, Bandung–Surabaya, dan Jakarta–Malang biasanya menjadi yang paling cepat habis.

Dalam periode yang sama tahun lalu, tiket untuk tanggal 23–25 Desember habis hanya dalam waktu kurang dari 24 jam setelah dibuka.

Baca Juga: Geger! Warga Temukan Pria 57 Tahun Mengapung di Sungai Ciliwung Depok

Masyarakat diminta untuk memanfaatkan fitur “tunggu tiket” di aplikasi Access by KAI agar tetap bisa mendapatkan kursi jika terjadi pembatalan dari penumpang lain.

Selain itu, KAI juga berencana menambah kereta tambahan Nataru jika permintaan terus meningkat.

Agar tidak kehabisan tiket atau salah jadwal, berikut tips yang bisa diterapkan calon penumpang:

1. Pesan lebih awal. Begitu sistem membuka penjualan untuk tanggal yang diinginkan, segera lakukan pembelian.

2. Gunakan aplikasi resmi. Hindari pihak ketiga yang tidak terdaftar, karena rawan penipuan.

Baca Juga: Heboh Dituduh Pungli karena Sumbangan Rp 20 Ribu, Dua Guru Akhirnya Dapat Keadilan dari Presiden Prabowo Subianto

3. Cek ulang identitas. Nama dan nomor KTP harus sesuai, karena akan diverifikasi saat boarding.

4. Siapkan jadwal alternatif. Jika rute utama penuh, pertimbangkan stasiun lain di kota sekitar.

5. Pantau jadwal tambahan. KAI biasanya menambah jadwal menjelang puncak arus mudik dan balik.

Baca Juga: Acep Jamhuri Minta Kemenag Turun Tangan Selesaikan Dualisme Pengurus DKM Masjid Agung Karawang

Selain membuka penjualan tiket lebih awal, KAI juga memastikan seluruh armada dalam kondisi siap operasi.

Pemeriksaan rangkaian kereta, perawatan jalur, hingga kesiapan SDM terus dilakukan sejak awal November.

Pihak KAI memprediksi puncak arus keberangkatan akan terjadi pada 21–24 Desember 2025, sedangkan arus balik diperkirakan pada 1–3 Januari 2026.

Untuk itu, masyarakat diminta melakukan perjalanan di luar tanggal puncak jika ingin suasana lebih tenang dan harga lebih stabil.

Baca Juga: Dukung Minji dkk Kembali ke ADOR, Min Hee Jin Minta NewJeans Tetap Utuh dengan Lima Member

Bagi banyak keluarga, perjalanan dengan kereta api bukan sekadar perjalanan fisik, tapi juga bagian dari tradisi tahunan.

Tiket yang berhasil diamankan sering kali menjadi simbol liburan berhasil dimulai.

Dengan dibukanya pemesanan sejak H-45, kesempatan itu kini terbuka lebar. Asalkan cepat dan cermat, tidak ada alasan untuk melewatkan momen berharga di akhir tahun ini.

Karena seperti kata pepatah lama para penumpang kereta: yang lebih cepat bukan hanya keretanya, tapi juga yang memesan tiketnya.***