POJOKSATU.ID - Ramai masyarakat mengeluh stok beras premium kosong di ritel modern.
Menteri Pertanian (Mentan), Amran Sulaiman menegaskan jika itu bukan kelangkaan beras, meski kosong dibeberapa tempat.
Menurut Amran, penyebab kekosongan stok beras di ritel modern karena ada perubahan pola distribusi yang dilakukan.
Baca Juga: Satu Persatu Masuk Kandang, Polisi Tetapkan 10 Tersangka Pelaku Penjarahan di Rumah Uya Kuya
“Ada pola pergeseran mengisi ruang pasar tradisional, dari pabrik kecil ke pasar tradisional,” ujar Mentan Amran di kantor Perum Bulog, Jakarta, dikutip Selasa (3/9/2025).
Dikatakan Amran, jika sebelumnya distribusi didominasi oleh pabrik besar yang langsung menyuplai ritel modern.
Dengan perubahan distribusi yang terjadi seperti saat ini, ia mengklaim omzet penjualan di pasar tradisional pun turut meningkat.
Baca Juga: Dijauhi Teman Usai Jadi Anggota DPR, Melly Goeslaw: Kritik itu Hak Dalam Berdemokrasi
Menurutnya, semua indikator termasuk inflasi dan produksi beras terjaga dengan baik, sehingga tidak terjadi kelangkaan seperti yang dikhawatirkan.
“Dikatakan langka kalau produksi turun, itu langka. Tapi ini ada pergeseran,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Amran menjelaskan, penggilingan kecil di Indonesia sudah bisa menghasilkan 116 juta ton dengan produksi gabah nasional adalah 65 juta ton.
Baca Juga: Selidiki Kasus Kematian Affan Kurniawan, Komnas HAM Kumpulkan Rekaman CCTV Kejadian
Dengan selisih tersebut, menurut Amran, pabrik atau penggilingan kecil sudah bisa menyerap hasil gabah petani lokal.
Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) telah memproyeksikan produksi beras nasional hingga Oktober 2025 adalah 31,04 juta ton dan sampai Desember 2025 bisa mencapai 34 juta ton.
Baca Juga: PPPK Paruh Waktu Wajib Tahu, Jadwal Pakaian Dinas Berdasarkan Permenpan RB, Jangan Sampai Salah!
Capaian tersebut melampaui hasil di periode yang sama pada tahun lalu, di mana sampai Desember 2024 produksi beras nasional 20 juta ton. ***




