POJOKSATU.id - Sebuah video viral yang memperlihatkan puluhan orang menggeruduk sebuah rumah di Dusun Krajan, Desa Srigading, Kecamatan Lawang.

Rumah itu disebut sebagai tempat tinggal PR, sosok yang diduga menjadi pelaku penipuan jual beli popok dengan total kerugian mencapai Rp5 miliar.

Dalam rekaman itu, sekitar 20 orang berdiri di depan rumah sambil berteriak memanggil nama PR. Namun yang keluar justru ayahnya.

Baca Juga: SPMB 2026 Dipastikan Tanpa Perubahan, Kemendikdasmen Umumkan 4 Jalur Ini, Aturan Kuota Tetap Berlaku

Lelaki sepuh tersebut berusaha menjelaskan sekaligus menenangkan massa yang sudah terlanjur emosi.

Bahkan dalam momen haru, ia tampak rela menukar diri demi melindungi putrinya.

Namun massa bergeming mereka menilai tanggung jawab tetap ada pada PR, bukan pada orang tuanya.

Baca Juga: Perpres 116/2025 Resmi Terbit, Prabowo Tegaskan Posisi Sekolah Unggul Garuda, Siapkan Talenta Sains dan Teknologi

Sejumlah korban mengaku telah menyetor uang ratusan juta rupiah untuk pembelian popok, tetapi barang yang dijanjikan tidak pernah dikirim.

Dikutip Pojoksatu.id dari Radarmalang.jawapos.com, Salah satu korban bahkan menyebut kerugiannya mencapai Rp810 juta.

Diikuti korban lain yang mengalami kehilangan puluhan hingga ratusan juta.

Baca Juga: SPMB 2026 Dipastikan Tanpa Perubahan, Kemendikdasmen Umumkan 4 Jalur Ini, Aturan Kuota Tetap Berlaku

Kegeraman warga makin menjadi ketika mereka membentangkan spanduk protes di depan rumah.

Bahkan sebuah karangan bunga bergambar wajah pelaku ikut diletakkan di sana sebagai bentuk kekecewaan.

Keributan itu menarik perhatian warga sekitar yang mulai berdatangan melihat situasi.

Dari informasi yang beredar, PR disebut menjalankan aksinya sejak 2024 bersama seorang rekannya berinisial SL.

Modusnya sederhana meminta reseller mentransfer uang dengan janji stok popok akan dikirim.

Baca Juga: Vitamin Daya Tahan Tubuh Saat Puasa, Ini Rekomendasi agar Tak Mudah Lemas Selama Ramadan

Namun barang tak kunjung tiba, sementara uang para reseller lenyap begitu saja.

Polisi akhirnya datang ke lokasi setelah kerumunan memuncak.

Aparat meminta massa membubarkan diri untuk mencegah konflik meluas, mengingat PR tidak berada di rumah.

Baca Juga: SPMB 2026 Dipastikan Tanpa Perubahan, Kemendikdasmen Umumkan 4 Jalur Ini, Aturan Kuota Tetap Berlaku

Sejumlah korban telah melaporkan kasus ini, dan pihak kepolisian saat ini masih melakukan penyelidikan.

Video penggerudukan tersebut kini viral. Banyak warganet merasa iba pada sang ayah yang terlihat sulit berjalan.

Tetapi di sisi lain tetap geram pada pelaku yang dinilai menjadikan orang tuanya sebagai tameng.

Baca Juga: Vitamin Daya Tahan Tubuh Saat Puasa, Ini Rekomendasi agar Tak Mudah Lemas Selama Ramadan

Para korban berharap uang mereka dapat kembali dan kasus ini segera menemukan titik terang.***