POJOKSATU.id - Situasi di kawasan Jakarta Barat kembali menjadi perhatian setelah rombongan massa terlihat turun dari sejumlah truk di kawasan Slipi, Kamis 27 Agustus 2026 sekitar pukul 22.20 WIB.
Massa tersebut tampak mengenakan ikat kepala berwarna putih dan membawa bambu.
Setelah berkumpul, rombongan kemudian bergerak mengarah ke kawasan Palmerah dan Petamburan.
Pergerakan massa berlangsung ketika aksi demonstrasi masih menyisakan sejumlah massa yang bertahan hingga Jumat, 28 Agustus 2026) dini hari.
Baca Juga: Hercules Bantah Terlibat Kerusuhan Usai Demo 27 Agustus, Sebaliknya Imbau Tak Ikut Demonstrasi
Dalam perkembangan situasi tersebut, muncul dugaan adanya kelompok organisasi masyarakat yang terlibat dalam penyerangan terhadap warga dan massa aksi yang masih berada di kawasan Petamburan.
Ikat kepala putih yang dikenakan sebagian massa disebut-sebut berkaitan dengan GRIB Jaya.
Atribut tersebut digunakan sebagai penanda visual anggota ketika berada dalam kegiatan organisasi.
GRIB Jaya merupakan organisasi kemasyarakatan berskala nasional yang dipimpin Rosario de Marshall atau yang lebih dikenal dengan nama Hercules.
Baca Juga: Sering Ngorok Saat Tidur? Coba 3 Cara Sederhana Ini untuk Bantu Redakan Dengkuran
Dalam berbagai kegiatan seperti pengawalan sengketa lahan maupun aksi sosial, penggunaan atribut kelompok menjadi salah satu cara untuk membedakan anggota organisasi dari masyarakat umum ataupun kelompok lain yang berada di lokasi.
Namun, terkait dugaan penyerangan terhadap warga dan peserta aksi di Petamburan, informasi mengenai pihak yang terlibat tetap perlu dikonfirmasi lebih lanjut kepada pihak berwenang.
Situasi di kawasan Slipi, Palmerah, hingga Petamburan pun menjadi sorotan karena pergerakan massa berlangsung pada malam hingga dini hari, saat kondisi di sekitar lokasi aksi masih berlangsung.
Baca Juga: Area yang terkena dapat membengkak, terasa sakit, tampak merah, serta hangat ketika disentuh.
Masyarakat yang berada di sekitar kawasan tersebut diharapkan tetap berhati-hati dan menghindari titik kerumunan apabila situasi belum sepenuhnya kondusif.***




