POJOKSATU.id – Masjid Tuo Kayu Jao yang terletak di Jorong Kayu Jao, Nagari Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, menjadi salah satu situs cagar budaya yang menyimpan jejak panjang sejarah Islam di Ranah Minang.

Masjid ini berada sekitar 36 kilometer dari Kota Padang dan dapat ditempuh dalam waktu kurang lebih satu setengah jam perjalanan darat.

Sepanjang perjalanan, pengunjung akan disuguhkan hamparan perkebunan teh yang menyejukkan mata serta jalanan berkelok tajam yang membutuhkan kehati-hatian.

Baca Juga: PGRI Desak Penyederhanaan Tunjangan Sertifikasi Guru ke DPR RI, Wacana Samakan Skema TPG dengan Tunjangan TNI Polri Jadi Sorotan Nasional

Suhu udara di kawasan ini berkisar 20 derajat Celcius, menciptakan suasana sejuk dan nyaman.

Salah Satu Masjid Tertua di Indonesia
Sejumlah sumber menyebut Masjid Tuo Kayu Jao dibangun pada tahun 1492 Masehi.

Namun, ada pula catatan lain yang menyebutkan tahun 1567 Masehi dan 1599 Masehi sebagai waktu pendiriannya.

Baca Juga: Heboh! Pegawai Kemnaker Serahkan Rp1 M ke Orang KPK Demi Hentikan Kasus Suap TKA

Meski terdapat perbedaan tahun, masjid ini diyakini sebagai masjid tertua di Sumatera Barat dan tertua kedua di Indonesia yang hingga kini masih difungsikan sebagai tempat ibadah.

Menurut catatan sejarah, pembangunan masjid ini melibatkan dua tokoh penting, yakni Angku Sours dan Angku Labai. Keduanya dimakamkan di lingkungan masjid sebagai bentuk penghormatan atas jasa mereka.

Arsitektur Khas Minangkabau
Masjid Tuo Kayu Jao memiliki ukuran sekitar 15 x 10 meter dengan gaya arsitektur khas Minangkabau.

Baca Juga: Roti Jala Kuah Kari, Sajian Hangat yang Membara Dari Kota Medan untuk Menu Puasa

Atapnya terbuat dari ijuk setebal kurang lebih 15 sentimeter dengan tiga tingkatan. Bagian paling atas berbentuk limas, sementara bagian bawahnya menyerupai gonjong seperti pada rumah gadang.

Bangunan masjid ditopang oleh 27 tiang, dilengkapi 13 jendela dan lima anak tangga di bagian depan.

Keaslian bangunan tetap dipertahankan meski telah beberapa kali dilakukan pemugaran, seperti perbaikan tiang penyangga dan penggantian atap.

Baca Juga: JHT PPPK Paruh Waktu Tak Bisa Cair Penuh, Tapi Masih Bisa Ambil 10% atau 30% Sesuai Aturan BPJS, Ini Syaratnya

Sebagai penanda waktu salat, masjid ini juga masih menggunakan bedug yang dalam bahasa Minangkabau dikenal dengan istilah tabuah.

Cagar Budaya yang Tetap Lestari
Menariknya, hingga saat ini Masjid Tuo Kayu Jao tetap digunakan untuk kegiatan ibadah sehari-hari maupun kegiatan keagamaan lainnya.

Keberadaannya tidak hanya menjadi pusat spiritual masyarakat sekitar, tetapi juga destinasi wisata religi dan sejarah.

Baca Juga: Kenapa Blok M Selalu Ramai Anak Gen Z Saat Akhir Pekan? Ini Alasannya

Masjid ini menjadi saksi bisu perjalanan panjang perkembangan Islam di Sumatera Barat. Di tengah arus modernisasi, bangunan bersejarah ini tetap berdiri kokoh, menjaga nilai tradisi dan budaya Minangkabau.

Bagi Anda yang ingin menyusuri jejak sejarah Islam di Ranah Minang, Masjid Tuo Kayu Jao bisa menjadi salah satu destinasi yang layak dikunjungi khususnya di bulan puasa ini. ***

Untuk informasi lengkap seputar ramadan 2026 bisa kunjungi website ramadhan pojoksatu.id.