POJOKSATU.id — Banyak pelamar kerja gagal menarik perhatian HRD bukan karena mereka tidak kompeten, melainkan karena bagian deskripsi diri di CV yang ditulis terlalu datar dan umum.

Padahal, deskripsi diri merupakan “wajah profesional” yang pertama kali dilihat oleh perekrut sebelum membaca pengalaman kerja atau kualifikasi lainnya.

Bagian ini memiliki peran penting untuk memperkenalkan siapa kamu secara profesional. Deskripsi diri berfungsi memberikan gambaran singkat tentang keahlian utama, pengalaman, serta arah karier yang ingin dicapai.

Oleh karena itu, isinya harus bisa menonjolkan nilai jual dan karakter kerja yang relevan dengan posisi yang sedang dilamar.

Baca Juga: Ratu Wahaha

Agar terlihat profesional, deskripsi diri sebaiknya disusun dengan struktur yang jelas dan terarah. Mulailah dengan kalimat pembuka yang kuat yang menunjukkan posisi atau bidang keahlianmu.

Misalnya, “Seorang Digital Marketing Specialist dengan pengalaman lebih dari tiga tahun dalam mengembangkan strategi kampanye online berbasis data.” Kalimat pembuka seperti ini langsung menunjukkan kompetensi utama yang kamu miliki.

Setelah itu, lanjutkan dengan menonjolkan keunggulan dan keahlian utama yang relevan dengan pekerjaan yang dilamar.

Misalnya, “Menguasai analisis SEO, strategi konten media sosial, dan periklanan digital.” Kalimat seperti ini memberi kesan profesional dan fokus pada kemampuan yang dibutuhkan perusahaan.

Jangan lupa untuk mencantumkan pencapaian konkret, terutama yang bisa diukur dengan angka. Misalnya, “Berhasil meningkatkan traffic website hingga 120% dalam enam bulan melalui optimasi konten dan kampanye PPC.” Data terukur seperti ini akan membuat profil kamu lebih kredibel di mata HRD.

Baca Juga: Manfaatkan Kayu Manis, Mahasiswa Baiturrahmah Kembangkan Obat Herbal Berbasis Riset Ilmiah Kearifan Lokal

Sebagai penutup, tambahkan tujuan karier yang menunjukkan arah pengembangan dirimu. Misalnya, “Berkomitmen untuk terus berkembang di bidang digital marketing dan mendukung pertumbuhan bisnis berbasis teknologi.” Kalimat ini memberi kesan bahwa kamu punya visi jangka panjang dalam karier.

Bagi kamu yang masih baru lulus atau belum punya banyak pengalaman, deskripsi diri tetap bisa ditulis dengan menarik.

Misalnya, “Lulusan S1 Manajemen dengan minat besar pada bidang pemasaran digital. Aktif di organisasi kampus dan memiliki kemampuan komunikasi yang baik. Siap belajar dan berkontribusi dalam tim yang dinamis.”

Sementara itu, untuk profesional berpengalaman, deskripsi diri bisa ditulis dengan “Project Manager dengan pengalaman lebih dari lima tahun dalam memimpin tim lintas fungsi dan mengelola proyek berskala nasional. Terbukti meningkatkan efisiensi proyek hingga 30% melalui metode Agile.”

Baca Juga: Inovasi Sensor Buah Sawit UNAND, Teknologi Cerdas Penentu Kematangan Buah di Pohon

Adapun bagi pekerja kreatif, bisa menuliskannya dengan gaya yang lebih menggambarkan karakter pekerjaan.

Misalnya, “Desainer grafis dengan empat tahun pengalaman dalam branding dan desain media sosial. Kreatif, detail, dan terbiasa berkolaborasi untuk menciptakan visual yang menarik serta meningkatkan engagement.”

Namun, dalam menulis deskripsi diri, ada beberapa kesalahan yang sebaiknya dihindari. Hindari menulis hal-hal yang terlalu umum seperti “pekerja keras dan mudah beradaptasi,” karena kalimat ini tidak memberi nilai tambah.

Selain itu, jangan menulis terlalu panjang, jangan memasukkan hal pribadi yang tidak relevan, dan pastikan ada arah karier yang jelas.

Menulis deskripsi diri yang profesional bukan soal panjangnya kalimat, melainkan seberapa efektif kamu bisa menggambarkan diri sebagai kandidat yang layak dipertimbangkan.***