POJOKSULSEL.com, MAROS - Pemerintah Kabupaten Maros mendapat penghargaan Sertifikat Bebas Frambusia dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI).

Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin kepada Wakil Bupati Maros, Suhartina Bohari di Krakatau Grand Ballroom Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Rabu (22/02/2023).

Lepas Dokter Intrensip, Bupati Indah Putri Indriani Ajak Kembali Mengabdi di Luwu Utara

Sertifikat Bebas Frambusia diberikan kepada 103 Bupati/Walikota. Maros salah satu kabupaten dari empat kabupaten dari Provinsi Sulawesi Selatan penerima Penghargaan Bebas Frambusia.

"Alhamdulillah, Momen ini bertepatan dengan Hari Neglected Tropical Diseases (NTDs). Penyerahan Sertifikat Bebas Frambusia kepada 103 Bupati/Walikota dan sertifikat Eliminasi Filariasis kepada 5 Bupati/Walikota se-Indonesia,” kata Wabup Suhartina Bohari.

Pertina Sulsel Sentil KONI dan Pemprov Saat Pembukaan Seleksi Tim Tinju Persiapan PON

Dengan Sertifikat Frambusia, Maros dapat berkontribusi langsung mendukung Indonesia agar dapat diusulkan ke WHO sebagai negara yang bebas dari Frambusia,” ujarnya.

Lebih lanjut, ketua DPD Partai Golkar Maros ini menjelaskan Frambusia merupakan infeksi bakteri Treponema pallidum pertenue. Dapat menular melalui kontak langsung dengan ruam pada kulit yang terinfeksi.

“Seperti ruam, awalnya frambusia menyerang kukit, seiring berjalannya waktu, bakteri ini juga bisa menyerang tulang dan sendi. Kami juga berharap masyarakat dapat menjaga pola hidup yang sehat dan steril,” jelasnya.

Semarak Satu Abad NU, PCNU Gowa akan Laksanakan Jalan Sehat

Sementara Kadis Kesehatan Muhammad Yunus mengungkapkan, diraihnya penghargaan ini setelah melalui beberapa tahapan seleksi assesmen oleh Pihak Kemenkes RI pada tahun 2022 lalu.

Penghargaan ini menjadi motivasi bersama untuk terus meningkatkan kesadaran masyarakat agar menerapkan pola hidup sehat secara konsisten, terangnya.

Selain Maros tiga kabupaten lainnya yang menerima penghargaan serupa yaitu Kabupaten Pangkaje’ne dan Kepulauan, Kabupaten Pinrang dan Kabupaten Soppeng. (pojoksulsel)