POJOKSATU.ID - Setelah seminggu penuh pencarian yang menegangkan, Maria Gabriella Harum Banyu Prasetyaningtyas atau yang akrab disapa Gaby (16).
Siswi SMA Strada St. Thomas Aquino, Kota Tangerang, akhirnya ditemukan dalam keadaan selamat.
Penemuan Gaby di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (13/11/2025) menjadi kabar melegakan bagi keluarga, pihak sekolah, dan masyarakat yang sempat dibuat resah oleh berita hilangnya remaja itu sejak awal November.
Kasus ini bermula ketika ibu Gaby, Brigita Titis Prasanti, melaporkan kehilangan anaknya ke Polres Metro Tangerang Kota pada awal November 2025.
Brigita mengaku terakhir kali melihat Gaby saat berangkat sekolah, namun setelah itu putrinya tak kunjung pulang.
Nomor telepon Gaby tidak aktif, dan semua upaya menghubunginya menemui jalan buntu.
Laporan kehilangan itu pun menyebar cepat di media sosial, membuat banyak pihak ikut membantu pencarian.
Baca Juga: Presiden Prabowo Turun Tangan, Dua Guru Luwu Utara yang Dipecat Kini Dapat Keadilan
Setelah laporan resmi diterima, tim dari Unit PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak) Satreskrim Polres Metro Tangerang Kota melakukan pelacakan menggunakan bantuan rekaman CCTV dan data digital.
Dari hasil penyelidikan, diketahui Gaby sempat terlihat di sebuah hotel di kawasan Manggarai, Jakarta Selatan.
CCTV hotel memperlihatkan dirinya meninggalkan lokasi menggunakan ojek online menuju kawasan Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat.
Baca Juga: Lolos Seleksi Magang Nasional Batch 2, Panduan Lengkap dari Pendaftaran hingga Wawancara
Petugas langsung bergerak cepat menelusuri lokasi terakhir tersebut. Setelah pencarian intensif, Gaby akhirnya ditemukan dalam keadaan sehat dan sadar.
Meski sudah ditemukan, polisi masih menyelidiki motif di balik kepergian Gaby.
Dari hasil awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau penculikan.
Namun pihak kepolisian tidak menutup kemungkinan adanya faktor tekanan psikologis atau masalah pribadi yang membuat Gaby pergi tanpa pamit.
Polisi juga memeriksa beberapa saksi, termasuk teman-teman sekolah Gaby, untuk mengetahui aktivitas terakhir sebelum ia dinyatakan hilang.
Kasus ini sempat menjadi trending di media sosial, dengan tagar #CariMariaGabriella.
Banyak warganet menyebarkan foto dan informasi kontak keluarga untuk membantu pencarian.
Ketika kabar penemuan Gaby diumumkan, kolom komentar langsung dipenuhi ucapan syukur dan kelegaan.
Baca Juga: Rayakan HUT ke 14, Nasdem Kota Cirebon Konsisten Bawa Perubahan
Di sisi lain, netizen juga mengapresiasi kerja cepat Polres Metro Tangerang Kota yang berhasil menemukan Gaby dalam waktu kurang dari sepekan setelah laporan masuk.
Kasus hilangnya Gaby menjadi peringatan penting bagi orang tua dan sekolah tentang pentingnya komunikasi dengan anak-anak, terutama di usia remaja.
Menurut psikolog anak dan remaja, Ratih Ibrahim, remaja sering kali mengalami tekanan emosional yang sulit mereka ungkapkan secara terbuka.
Ia juga menekankan pentingnya pendampingan digital karena banyak kasus serupa berawal dari interaksi di media sosial.
Orang tua perlu tahu siapa teman online anaknya, tanpa harus mengintimidasi.
Baca Juga: Rido, Anak Disabilitas asal Purwakarta Korban Pengeroyokan di Karawang, Meninggal Dunia
Kini Gaby telah dipulangkan ke rumah dan berada dalam pengawasan keluarga serta didampingi oleh psikolog dari kepolisian.
Meski ditemukan selamat, pihak berwenang menegaskan bahwa pemantauan psikologis jangka panjang tetap diperlukan, karena pengalaman hilang bisa meninggalkan trauma.
Pihak sekolah juga berencana memberikan pendampingan khusus kepada Gaby, sekaligus memperkuat sistem konseling bagi para siswa.
Kasus Maria Gabriella bukan sekadar cerita tentang hilangnya seorang siswi SMA, melainkan juga potret tantangan komunikasi dan perlindungan anak di era digital.
Kita belajar bahwa perhatian kecil seperti menanyakan kabar anak sepulang sekolah bisa jadi langkah besar untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.
Dan bagi Maria, kisah ini berakhir dengan selamat, tapi meninggalkan pelajaran berharga untuk semua orang tua di Indonesia.***




