POJOKSATU.id, JAKARTA— Mantan Juru Bicara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Kabinet Indonesia Bersatu II, Julian Aldrin Pasha, memberi analisa mengenai pergantian Menkeu Sri Mulyani ke sosok Purbaya Yudhi Sadewa.
Menurut Julian Aldrin Pasha, hasil dari pergantian Menkeu ini harus ditunggu tiga hingga empat bulan ke depan apakah berhasil atau tidak memulihkan ekonomi.
Analisa ini disampaikan dalam diskusi virtual yang digelar Policy+, Jumat (12/9/2025).
Julian Aldrin Pasha dalam hal ini merupakan akademisi yang tergabung dalam The Habibie Center.
Baca Juga: Blak-blakan Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Orang Paling Kaya di Indonesia, Punya Uang Rp 260 Triliun
Julian menyebutkan, strategi reshuffle untuk meredam gejolak publik bukanlah hal baru dan pernah digunakan oleh presiden sebelumnya dalam hal ini SBY.
"Protes publik dan tuntutan akan pemerintahan yang lebih baik terkadang mendorong Presiden SBY untuk mengambil keputusan terkait perombakan kabinet. Reshuffle dipandang sebagai cara untuk memulihkan kepercayaan publik," jelasnya dalam diskusi itu.
Meski demikian, Julian mengingatkan bahwa hasil nyata dari perombakan ini baru bisa dinilai dalam beberapa bulan ke depan.
"Kita harus melihat dan menunggu selama tiga atau empat bulan ke depan untuk mendapatkan kejelasan lebih lanjut mengenai situasi ini," ujarnya.
Menurutnya, perombakan kabinet baru-baru ini menimbulkan reaksi dari masyarakat yang tidak dapat disangkal.
Baca Juga: Jokowi Melihat Respon Pasar Positif Terhadap Menkeu ‘Cowboy’ Purbaya, Mazhab Ekonominya Beda
Dimana arahan baru, tekanan pasar dan publik, membuat tindakan Menteri Keuangan diawasi dengan ketat.
"Tuntutan masyarakat antara lain transparansi dan respons terhadap tingginya biaya hidup," katanya.
Julian menilai banyak masyarakat yang kini terjerat dalam masalah keuangan serius, yang membutuhkan kebijakan lebih solutif dari pemerintah.
"Banyak orang terjebak dalam pinjaman online dan perjudian karena kesulitan ekonomi dan meningkatnya kesulitan keuangan. Kebijakan baru ini seharusnya menjadi bagian dari solusi," ujarnya. ***




