POJOKSATU.id, PURWAKARTA – Salah satu calon kuat yang bakal menjadi direktur administrasi dan keuangan pada Perusahaan Umum Daerah Air Minum Gapura Tirta Rahayu (PDAM) Purwakarta, yaitu Lalam Martakusumah mantan anggota DPRD dua priode.
Nama Lalam Martakusumah muncul di pegumuman seleksi calon direktur administarasi dan keuangan tersebut, dengan empat nama lainnya yang juga ikut andil dalam seleksi untuk menduduki jabatan di perusahaan milik daerah tersebut.
Selain mantan anggota DPRD dua priode yang saat itu menjabat sebagai ketua komisi 2 DPRD, Lalam juga tercatat sebagi staf ahli perusahaan daerah Kabupaten Purwakarta Bidang Administrasi dan Keuangan.
Kemudian selain itu, Lalam juga saat ini menjabat sebagai ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Purwakarta, sehingga kemungkinan besar nama Lalam menjadi calon kuat sebagai direktur administrasi dan keuangan di PDAM tersebut.
Dengan berbagai pengalaman tersebut, sudah selayaknya Lalam menduduki kursi sebagai direktur administrasi dan keuangan di perusahaan daerah milik pemerintah Kabupaten Purwakkarta.
Berdasarkan pengumuman hasil seleksi uji kelayakan yang disampaikan oleh Panitia Seleksi calon Direktur Administrasi dan Keuangan Perumda Air Minum Giri Tirta Rahayu ada 5 nama yang lulus seleksi.
Adapun kelima orang yang lulus seleksi yaitu, Dean Subhan Saleh, Lalam Martakusumah, Sartika Tirta Dewi, Vita Agustianti dan Yudha Mukti Wibawa. Kelima orang tersebut lulus seleksi kelayakan, yang kemudian berhak untuk mengikuti selleksi selanjutnya.
Dari surat pengumuman hasil seleksi kelayakan yang dikeluarkan oleh panitia seleksi calon direktur di PDAM pada tanggal 20 Maret 2023 tersebut, ditandatangani oleh Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam selaku sekretaris panitia.
Dilembaran kedua juga ditandatangi oleh Sekretris Daerah Kabupaten Purwakarta, Norman Nugraha selaku ketua panitia seleksi direktur administrasi keuangan pada Perusahaan Daerah tersebut.
Seperti diketahui untuk jabatan direktur administrasi dan keuangan pada perusahaan daerah air minum tersebut, dalam beberapa bulan terakhir mengalami kekosongan.
Segingga perlu ada pengisian jabatan pada kursi jabatan yang kosong tersebut, karena tidak elok bila jabatan tetsebut terlalu lama kosong tanpa ada yang menjabat. (Ade Winanto / pojoksatu)




