POJOKSATU.id - Staf Khusus Menteri Agama Ismail Cawidu menyoroti rendahnya literasi digital masyarakat Indonesia yang berpotensi memicu hoaks, ujaran kebencian, dan manipulasi informasi.

Hal tersebut ia sampaikan dalam Media Gathering Publikasi Media "Transformasi Layanan Menuju SDM Hindu yang Unggul" di Lombok.

"Kalau ditanya bagaimana kebijakan komunikasi di Indonesia, saya menyebutnya open sky policy," ujarnya, Minggu 9 November 2025.

Baca Juga: 32 Tahun Lalu Ia Ditemukan Tewas di Hutan, Kini Namanya Diumumkan Presiden Sebagai Pahlawan Nasional

"Langit Indonesia ini dibuka sehingga seluruh informasi masuk, dan nanti kalau ada konten yang bertentangan dengan undang-undang baru diblokir," tegas Ismail.

Menurutnya, kebebasan ruang digital Indonesia tidak diimbangi dengan kecakapan digital yang memadai dari masyarakat.

"Tingkat literasi digital Indonesia hari ini masih berada pada indeks 3,5 dari angka 5. Masih banyak ujaran kebencian di ruang digital, itulah indikator masyarakat belum cakap dalam menyaring informasi," ucapnya.

Baca Juga: Waspada! Modus Phishing Info GTK Kembali Marak, Ini Ciri Link Palsu yang Harus Kamu Hindari

Ismail Cawidu memberi contoh maraknya manipulasi konten yang mengedit video tokoh publik menggunakan kecerdasan buatan sehingga pesan aslinya berubah.

"Sekarang banyak video yang dipotong lalu disambungkan, bahkan diberikan suara dengan AI. Itu membuat masyarakat resah dan bisa menghancurkan reputasi seseorang hanya dalam sekejap," katanya.

Ismail mengatakan, masyarakat perlu diajarkan cara memeriksa informasi, melakukan tabayyun, dan tidak langsung percaya konten viral.

Baca Juga: Dari Chat Nggak Dibales ke Hati yang Lega! Cara Move On Paling Relate Tahun Ini

Ia mengajak media menjadi garda terdepan dalam memberikan informasi jernih dan edukatif agar ruang digital tidak didominasi konten negatif.

"Tugas kita adalah meningkatkan literasi media bagi masyarakat. Peran media sangat penting untuk menjelaskan, meluruskan, dan mengedukasi agar masyarakat tidak mudah terjebak ketidakpintaran digital," ucapnya.***