POJOKSATU.id, PURWAKARTA - Mang Uprit murka sambil mengacungkan golok, ketika tanaman bunga abadi Edelweiss yang ditanamnya di lindas para peserta Trail Adventure.

Kemarahan mang Uprit itu sangat beralasan, para peserta Trail Adventure sepertinya kurang peduli terhadap alam sehingga dengan sesukanya melindas tanaman bunga abadi tersebut.

Mereka para peserta dan panitia Trail Adventure, kemungkinan hanya memikirkan diri sendiri untuk memacu libido demi kesenangannya sendiri tanpa memperhatikan lingkungan sekitar.

Dampaknya, entah mereka mengetahuinya atau tidak tanaman jenis bunga yang hanya bisa tumbih diketinggian gunung itu harus menjadi korban keganasan lindasan-lindasan motor trail peserta yang melintas.

Jadi wajar saja bila mang Uprit marah besar karena baik peserta maupun panitia, diduga tidak mengindahkan lingkungan sekitar hanya untuk kesenangan dan keuntungan semata.

Menyikapi hal itu, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Dedi Mulyadi yang membidangi lingkungan hidup akhirnya turun tangan menuju ke lokasi terjadinya kerusakan lingkungan yang asri itu.

Baca Juga : Bila Raja Sanggabuana Turun Gunung Apakah Mencari Ratunya Di Purwakarta?, Dedi Mulyadi Sedih Mendengarnya Ini Alasannya

Selain itu, Dedi Mulyadi juga mendampingi mang Uprit alias petani bernama asli Supriatna ke Polres Bandung. Supriatna yang saat ini lebih dikenal dengan Mang Uprit, karena keberaniannya marah kepada para peserta trail adventure yang melindas bunga Edelweis, dirinya di undang ke Polres Bandung untuk memenuhi undangan pemeriksaan.

Seperti diketahui Mang Uprit viral setelah murka gegara tanaman edelweiss rawa yang ditanam di Ranca Upas, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung, rusak akibat digilas oleh rombongan motor trail pada Minggu 5 Maret 2023 lalu.

Belakangan Mang Uprit dipanggil pihak kepolisian dari Polres Bandung untuk dimintai keterangannya. Diduga pemanggilan tersebut terkait kasus perusakan lingkungan dan perusakan motor oleh beberapa orang yang juga murka terhadap panitia penyelenggara acara motor trail tersebut.

Pagi ini, Kamis 9 Maret 2023, Kang Dedi bertolak menuju Kabupaten Bandung untuk bertemu dengan Mang Uprit sekaligus mendampinginya ke Polres Bandung.

Pemeriksaan polisi fokus pada kerusakan lingkungan yang diakibatkan oleh acara trail tersebut yang mana terjadi juga aksi pembakaran motor oleh peserta.

“Tadi saya sudah tanya ke Pak Kasat (Kasatreskrim), titik fokusnya adalah mengumpulkan alat bukti perusakan lingkungan yang diakibatkan oleh acara Trail Adventure yang juga terjadi peristiwa pembakaran motor oleh peserta, itu kan masuk pidana pengrusakan,” ujar Kang Dedi.

Kang Dedi mengatakan, kerusakan yang ditimbulkan dari acara tersebut masuk ke ranah pidana. Sebab terjadi pengrusakan terhadap areal bunga milik orang lain dan juga Perhutani.

“Andai kata itu bukan jalur yang diberikan izin, itu bisa masuk pidana,” tegas Kang Dedi.

Mang Uprit sendiri merasa ketakutan karena saat kejadian emosi hingga mengacungkan golok. Ia takut hal tersebut ditafsirkan sebagai pengancaman, padahal hanya luapan emosi semata.

“Sok sieun disangka provokator (suka takut disangka provokator),” kata Mang Uprit.

Kang Dedi memastikan bahwa apa yang dilakukan Mang Uprit bukan sebagai provokator melainkan terprovokasi. Sehingga ia dengan pendampingan tersebut Mang Uprit bisa tenang.

“Tenang saja Mang Uprit mah terprovokasi bukan provokator, nyabut bedog (cabut golok). Jadi orang itu harus tetap gagah jangan di media sosial garangnya seperti singa, pas dipanggil polisi seperti kucing,” ucap Kang Dedi yang disambut tawa Mang Uprit. (Ade Winanto / pojoksatu)