POJOKSATU.id, PANYABUNGAN—Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Sumut akan membangun 16 titik dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di daerah terpencil.
Pemkab Madina membuka ruang ke pihak swasta untuk ikut membangun dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di kabupaten ini.
“Pada kondisi rapat terakhir kita akan membuatkan, dibuatkan oleh pemerintah 16 titik SPPG. Dan Pemkab menyepakati akan membangun 16 SPPG di daerah terpencil di Madina,” ungkap Bupati Madina Saipullah Nasution via WhatsApp, Kamis (23/10).
Menurut Bupati, MBG ini ada dua konsep, SPPG atau dapur MBG yang disiapkan pemerintah dan dapur MBG yang diinisiasi yayasan atau pihak swasta.
Baca Juga: Ketua DPRD Madina Minta Seluruh Perkebunan Dievaluasi, Ancam Keluarkan Rekom Penghentian Operasional
Selain rencana 16 dapur MBG di daerah terpencil itu, SPPG lainnya di Madina yang sudah berjalan adalah usulan swasta ke pusat.
Dimana beberapa yayasan atau pihak swasta sudah mengajukan diri sebagai SPPG ke Badan Gizi Nasional (BGN).
“Saat ini yang sudah ada kalau tidak salah ada enam yang sudah jalan. Ini murni swasta, murni yayasan yang mengajukan ke BGN. Dan mereka sudah tanda tangan kontrak tanpa sepengetahuan bupati,” ujarnya.
“Kami pun tidak tahu itu. Kalau bupati ditunjuk sebagai ketua satgas di kabupaten, namun proses itu sama sekali kami tidak dimintai pendapat, saran, persyaratan, tahu-tahu sudah ada aja mereka,” ujarnya.
Baca Juga: Mantan Bupati Madina 3 Kali Dipanggil KPK, Walikota Psp 2 Kali, Status Mereka Dibeberkan Jubir KPK
Namun menurut Bupati Madina hal itu tidak menyalahi aturan dari pihak dapur MBG swasta ini.
“Kami membuka ruang kepada swasta untuk bisa juga menjadi penyedia atau pelayan SPPG ini,” jelasnya lagi.
Menurutnya, Badan Gizi Nasional merupakan badan independen yang memiliki mekanisme kerja dan anggaran sendiri. Sementara bupati atau kepala daerah hanya sebatas koordinasi saja.
“Bupati di daerah hanya koordinasi saja. Kita diberi tahu akan ada dapur, akan ada SPPG baik itu swasta maupun yang akan disiapkan pemerintah,” ujarnya.
Dikatakan Saipullah Nasution, dana untuk membangun 16 dapur MBG di daerah terpencil ini berasal dari BGN.
“Walaupun 16 ini sudah ditunjuk namun yang menyiapkan dari pihak ketiga juga. Pihak ketiga ini yang mengambil uangnya ke BGN,” jelasnya.
Berikut 16 lokasi dapur MBG atau SPPG yang akan dibangun di daerah terpencil:
1. Desa Huta Gambir Kecamatan Pakantan dengan porsi 343.
2. Desa Huta Padang Kecamatan Ulu Pungkut dengan porsi 834.
3. Desa Sirangkap Kecamatan Panyabungan Timur dengan porsi 521.
4. Desa Pardomuan Kecamatan Panyabungan Timur dengan porsi 147.
5. Desa Banjar Lancat Kecamatan Panyabungan Timur dengan porsi 30.
6. Desa Hutatinggi Kecamatan Panyabungan Timur dengan porsi 18.
7. Desa Ujung Marisi Kecamatan Kotanopan dengan porsi 425.
8. Desa Sibinail Kecamatan Muarasipongi dengan porsi 281.
9. Desa Aek Botung Kecamatan Muarasipongi dengan porsi 11.
10. Desa Aek Nabara Kecamatan Batang Natal dengan porsi 101.
11. Desa Hadangkahan Kecamatan Batang Natal dengan porsi 184.
12. Desa Sikara-kara IV Kecamatan Natal dengan porsi 1171.
13. Desa Ranto Panjang Kecamatan Ranto Baek dengan porsi 579.
14. Desa Ranto Panjang Kecamatan Muara Batang Gadis dengan porsi 1021.
15. Desa Manuncang Kecamatan Muara Batang Gadis dengan porsi 976.
16. Desa Sali Baru Kecamatan Muara Batang Gadis dengan porsi 501.***




