POJOKSULSEL, PAREPARE - Manajemen Rumah Sakit (RS) dr. Hasri Ainun Habibie menggelar aksi peduli korban bencana banjir dan longsor di Kota Parepare.
Menajemen RS Hasri Ainun Habibie yang berkonsep medical tourism tersebut, memberikan bantuan ratusan paket sembako, yang disalurkan melalui posko bencana di sekitar wilayah terdampak.
Plt. Direktur RS Hasri Ainun Habibie, dr. Mahyuddin Rasyid ke lokasi didampingi personel menajemen yang ia pimpin.
Bantuan disalurkan di Posko Tegal Kelurahan Lapadde Kecamatan Ujung Kota Parepare. Rombongan penyalur bantuan RS Hasri Ainun Habibie juga mengunjungi pegawai RS Hasri Ainun Habibie yang terdampak Banjir di BTN Savaras.
"Kita turun menyalurkan bantuan. Ini bentuk kepedulian kami dari pihak menajemen RS Hasri Ainun Habibie terhadap saudara kita yang mengalami musibah banjir parah kemarin," ucap dr Mahyuddin.
Dokter spesialis bedah itu mengungkapkan, penyaluran bantuan tersebut juga atas instruksi Wali Kota Parepare, Taufan Pawe.
"Bapak Wali Kota secara khusus telah menginstruksikan kepada seluruh jajaran pemerintah untuk bergerak cepat menunjukkan atensi serta kepedulian terhadap korban terdampak bencana," terang dr Mahyuddin Rasyid.
Baca juga
Mahasiswi UIN Alauddin Wakili Sulsel di Putra-Putri Kampus Indonesia
Daftar Bakal Calon Ketua PJI Sulsel, Lutfi Ingin PJI Jadi Konstituen Dewan Pers
Maju Bursa Calon Ketua PJI Sulsel, Ariel Siap Dorong Kebangkitan PJI di KTI
Ketua komite medik RS Andi Makkasau Parepare itupun berharap bantuan yang ia salurkan dapat memberikan manfaat khususnya untuk para korban.
"Ya, semoga bermanfaat untuk korban yang terdampak banjir, dan kota Parepare segera pulih dari bencana. Korban diberikan kesabaran," harap dr. Mahyuddin Rasyid.
Seperti yang diketahui, bencana banjir dan tanah longsor terjadi pada Selasa Malam, 1 Februari 2023 lalu.
Lima ribu lebih jiwa yang terdata menjadi korban dampak bencana alam tersebut. 2 orang meninggal dunia akibat banjir dan 1 orang karena tanah longsor.
Sejauh ini, pihak pemerintah setempat masih melakukan pendataan dan menurunkan berbagai bantuan kebutuhan sementara warga terdampak.
(rsudpare/pojoksulsel)



