Malam Minggu, Kapolda Metro PJ Gubernur DKI dan Pangdam Jaya Gelar Apel Patroli Skala Besar di Monas


POJOKSATU.id, JAKARTA - Kapolda Metro Jaya Irjen Karyoto bersama Penjabat Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono dan Pangdam Jaya Mayjen TNI Mohamad Hasan menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Skala Besar di Monas, Jakarta Pusat, semalam.

Patroli skala besar di malam minggu itu dilakukan untuk mengamankan wilayah Jakarta dari gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Apel gelar pasukan itu dihadiri ratusan personel gabungan yang terdiri dari berbagai unsur dari kepolisian, TNI, Dishub hingga Satpol PP.

"Malam hari ini Forkopimda melakukan apel patroli gabungan skala besar di wilayah hukum Polda Metro Jaya untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat di wilayah hukum Polda Metro Jaya," kata Heru di Monas, Sabtu (13/5/2023) malam.

Dalam operasi gabungan ini, sebanyak 661 personel gabungan dikerahkan dari Polri, TNI, Satpol PP hingga Dinas Perhubungan DKI.

Heru menambahkan, apel gabungan ini untuk memaksimalkan pengamanan ibu kota. Menurutnya, Jakarta merupakan barometer keamanan di Indonesia yang sangat rentan dengan gangguan kamtibmas.

BACA JUGA: Tiba-tiba Kapolda Metro Kumpulkan Penyidik, Ternyata Oh Ternyata Kapolri dan Presiden Bilang Gini

Dalam kesempatan itu, Heru juga mengimbau kepada masyarakat agar bisa ikut serta dalam menjaga keamanan.

Ia berpesan agar tak ada masyarakat yang melakukan tindakan yang melawan hukum apalagi mengganggu kamtibmas.

"Dan kepada seluruh masyarakat tentunya juga bisa membantu menjaga keamanan di wilayah masing-masing, di wilayah kelurahan, di wilayah RT, di wilayah RW," ucap Heru.

"Jadi keamanan itu bukan menjadi beban atau tanggung jawab penuh aparat keamanan. Tapi, juga tanggung jawab kita semuanya," imbuhnya.

BACA JUGA: Bakal Ada Konser Coldplay di Jakarta, Polda Metro Minta Jangan Dikaitkan dengan Pilpres

Senada dengan hal itu, Kapolda Metro Jaya Irjen Karyoto turut mengajak para remaja dan pemuda agar tidak sampai begadang atau melakukan hal-hal yang tidak perlu.

Karyoto khawatir, kegiatan seperti itu berpotensi menimbulkan masalah baru yakni bergesekan dengan kelompok lain.

"Dan imbauan saya hanya satu, kepada anak-anak warga Jakarta yang usia anak anak muda tentunya kalau keluar-keluar rumah ingat waktu. Kalau kita kerja tentunya jam kantor kan jam 5 selesai, atau jam 7 atau yang lembur tidak usah begadang-begadang cari masalah," ujarnya.

BACA JUGA: Ditanya Soal Perkembangan Kasus Kebocoran Data KPK, Kapolda Metro Malah Irit Bicara

Karyoto menilai seringkali gangguan kamtibmas bermula dari kegiatan kumpul atau begadang para remaja. Ia berharap kegiatan tersebut bisa dihentikan apabila tak ada keperluan mendesak.

"Karena kadang-kadang kalau sudah berkumpul lebih dari 5, lebih dari 6, idenya macam-macam dan ini juga banyak kita temukan di wilayah-wilayah tentang potensi-potensi gangguan ini," pungkasnya. (Fandi/Pjoksatu)

Konten dan berita menarik lainnya dari Pojoksatu.id bisa dibaca di Google News