Makin Keok di Berbagai Survei, Anies Baswedan Diyakini akan Ikuti Jejak Erdogan, Dejavu 2017


POJOKSATU.id, JAKARTA - Elektabilitas Anies Baswedan sebagai bakal calon presiden (bacapres) makin melorot dalam hasil survei yang digelar berbagai lembaga survei.

Berbeda dengan Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto yang mengalami pergerakan.

Ganjar dan Prabowo bahkan dinilai publik sebagai bacapres yang lebih menjanjikan ketimbang Anies Baswedan.

Meski begitu bisa saja suara dan dukungan Anies malah jadi yang teratas nantinya mengungguli Ganjar dan Prabowo.

Bisa saja, bacapres yang diusung Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) itu akan mengikuti jejak Racep Tayyip Erdogan.

Seperti diketahui, Erdogan juga selalu kalah dalam berbagai hasil survei yang digelar di negaranya.

BACA JUGA: Jubir Anies Baswedan Balas Sindir Luhut Pandjaitan : Tak Ada Lagi Menteri Seolah Urus Semuanya

Namun akhir pekan kemarin, justru Erdogan yang malah keluar sebagai pemenang.

Dengan demikian, ia kembali menjadi presiden untuk periode kedua melalui pilpres di Turkiye.

Nasib Erdogan itu segaris lurus dengan Anies di Pilgub DKI 2017 silam.

Demikian disampaikan pengamat politik dari Universitas Esa Unggul, Jamiluddin Ritonga dikutip pojoksatu.id dari RMOL, Kamis (1/6/2023).

"Hal itu (kalah di survei) sudah terjadi saat Pilgub DKI Jakarta 2017," kata Jamiluddin.

BACA JUGA: Denny Indrayana Tuding Jokowi Bajak Demokrat Lewat Moeldoko cuma untuk Gagalkan Pencapresan Anies Baswedan

Saat itu, pasangan Sandiaga Uno tersebut selalu dikalahkan Ahok-Basuki dalam urusan hasil survei.

Akan tetapi faktanya, Anies-Sandi justru yang terpilih memimpin DKI Jakarta.

"Saat itu lembaga survei mengunggulkan Ahok. Namun hasil akhirnya Anies yang menang," sambungnya.

 

Masyarakat cuma tertawa


Jamiluddin juga menyebut, hasil survei saat ini tidak bisa dijadikan sebagai patokan.

Alasannya, lembaga survei saat ini sarat dengan kepentingan kelompok tertentu.

"Jadi, bias-bias kepentingan telah mengacaukan hasil survei. Lembaga survei tak kuasa menggunakan kaidah-kaidah survei lagi karena ada kekuatan yang tak dapat mereka lawan," kata dia.

BACA JUGA: Hasil Survei Lembaga Populi Center : Nama Prabowo Ungguli Ganjar, Anies Kian ‘Melorot’

Dengan sudah 'dikuasai' kepentingan tertentu, membuat lembaga survei itu sudah tidak lagi taat azas.

Otomatis, sambung Jamaluddin, maka hasilnya tentu sudah dianggap nol besar.

"Hal ini tentunya akan membuat kepercayaan masyarakat terhadap lembaga survei melorot,” kata dia.

Jamiluddin menyatakan, tingkat kepercayaan masyarakat terhadap lembaga survei belakangan mengalami penurunan.

Hal itu terlihat dari makin tak antusiasnya masyarakat melihat hasil survei.

Lagi-lagi, penyebabnya tidak lain ialah karena adanya kepentingan kelompok tertentu di belakang hasil survei tersebut.

BACA JUGA: Survei Terbaru SMRC : Ganjar Tertinggi, Disusul Prabowo dan Anies

“Setiap keluar hasil survei, masyarakat hanya tertawa membacanya. Mereka sudah tidak percaya dengan hasil survei yang dirilis," katanya.

Sebut Jamiluddin, kondisi ini tidak lain disebabkan karena masyarakat yakin bahwa lembaga survei itu hanya 'mengabdi' kepada yang membayar.

Maka secara otomatis, hasil survei pun disesuaikan dengan keinginan dari si pembayar.

Kondisi tersebut tentu saja justru merugikan lembaga survei secara keseluruhan.

"Kredibilitas lembaga survei akan rusak. Tentu hal itu akan membahayakan eksistensi lembaga survei ke depan di Indonesia,” tandasnya. (Guruh/Pojoksatu)

Berita dan konten lainnya dari Pojoksatu.id bisa dibaca di Google News