POJOKSATU.id - Sikap pemerintah Indonesia yang belum secara tegas mengecam konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran menuai sorotan tajam.
Mahfud MD bahkan secara terbuka mempertanyakan keberanian diplomasi Indonesia dalam merespons perang tersebut.
Hal itu ia sampaikan pada video podcast Terus Terang di Youtube Mahfud MD Official.
Baca Juga: XCMG Mlilir
Menurut Mahfud sebagai negara yang menjunjung tinggi perdamaian dunia, Indonesia seharusnya tidak ragu menyatakan sikap terhadap konflik bersenjata yang terjadi.
“Indonesia tidak mengeluarkan kecaman terhadap perangnya aja gak ngecam bahwa perang itu salah,” ujarnya, dikutip Pojoksatu.id dari YT Mahfud MD Official.
Ia menilai pernyataan bahwa perang adalah tindakan yang salah seharusnya menjadi sikap dasar yang tidak perlu ditunda.
Baca Juga: Iran Akui Dapat Bantuan Militer Rusia dan China saat Perang Melawan AS dan Israel di Timur Tengah
Terlebih sejumlah negara lain sudah lebih dulu bersuara keras.
“Negara-negara lain sudah bilang perang itu brutal Indonesia diam,” lanjutnya.
Tak hanya itu Mahfud juga menyoroti minimnya langkah Indonesia dalam meredam konflik.
Baca Juga: Iran Akui Dapat Bantuan Militer Rusia dan China saat Perang Melawan AS dan Israel di Timur Tengah
Padahal Indonesia kerap menyebut diri sebagai bagian dari upaya perdamaian dunia.
“Katanya mediator, segera dong dimediasi kok gak ada mediasinya, perang terus berlangsung,” katanya.
Ia bahkan menyinggung ironi posisi Indonesia yang tergabung dalam Dewan Perdamaian, namun dinilai tidak menunjukkan peran nyata.
“Masuk Dewan Perdamaian, tapi ketidakdamaian tidak kita cegah,” tegas Mahfud.
“Kita kan board of peace kok ketidakdamaian, kebrutalan tidak kita cegah,” tambahnya.
Baca Juga: Iran Akui Dapat Bantuan Militer Rusia dan China saat Perang Melawan AS dan Israel di Timur Tengah
Puncaknya, Mahfud melontarkan kritik yang langsung menyentil publik dan pemerintah.
“Masa ngecam perang aja gak bisa,” ujarnya.
Ia menegaskan sikap pasif hanya akan merusak citra Indonesia di mata dunia.
Baca Juga: Iran Akui Dapat Bantuan Militer Rusia dan China saat Perang Melawan AS dan Israel di Timur Tengah
Karena itu ia mendorong pemerintah segera mengambil posisi tegas dan konsisten dengan prinsip politik luar negeri bebas aktif.***




