POJOKSATU.id, JAKARTA—Mantan Menko Polhukam Mahfud MD membela Luhut Binsar Pandjaitan dalam kasus kereta cepat Whoosh.

Menurutnya, Luhut mulai terlibat di Kereta Cepat Jakarta-Bandung tahun 2020, sesudah kasus ini bocor jauh setelah kontrak awal proyek dilakukan.

Namun Mahfud MD tak merinci siapa saja pihak yang melakukan kontrak awal dalam proyek kereta cepat yang berasal dari China ini.

"Saya ragu Pak Luhut terlibat di kasus ini, karena Pak Luhut itu baru diberi tugas sesudah kasus ini bocor. Tahun 2020 Pak Luhut baru diberi tugas menangani ini," ujar Mahfud MD pada wartawan, Selasa (28/10).

Baca Juga: Cahaya Adharta

Adapun alasan Mahfud meragukan keterlibatan Luhut karena pada masa kontrak proyek, Luhut menjabat sebagai Menko Maritim dan Investasi.

Dan bukan sebagai pihak yang terlibat langsung dalam perencanaan atau pelaksanaan proyek awal KCIC (Kereta Cepat Indonesia China) ini.

“Pak Luhut itu baru ditugaskan mengurus proyek Whoosh pada 2020 untuk menyelesaikan persoalan yang sudah ada sebelumnya,”ujarnya.

“Beliau hanya menjalankan tugas negara sesuai perintah presiden saat itu, Joko Widodo,” tutur Mahfud lagi.

Baca Juga: Studio Dapur Angkat Gengsi Pengrajin Bambu Melalui Desain

Mahfud menilai Luhut memiliki karakter kuat sebagai pelaksana tugas yang menyelesaikan tanggung jawab hingga tuntas, termasuk dalam penanganan proyek strategis nasional seperti Whoosh.

Mahfud menyebut, Luhut diangkat menjadi Menko Kemaritiman dan Investasi oleh Jokowi pada tahun 2019 lalu.