POJOKSATU.id, BANDUNG-- Mahasiswa Strata 2 (S2) Teknik Lingkungan ITB, Arief Wibisono, ditemukan selamat oleh warga di jalur Arjasari usai dua hari hilang di Gunung Puntang.

Mahasiswa Program Magister ini selamat usai menyusuri aliran sungai ke arah hilir usai terjatuh di jurang sedalam tujuh meter di Gunung Puntang sejak Sabtu siang (9/5).

Arief ditemukan oleh warga di Kampung Leuweng Mangun, Desa Mekarjaya dalam keadaan selamat, Senin (11/5) sekitar pukul 10.00 WIB.

Baca Juga: Alhamdulillah, Mahasiswa ITB Ditemukan Selamat di Gunung Puntang, Jatuh ke Jurang 7 Meter

“Alhamdulillah ditemukan dalam kondisi selamat,” kata Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian.

Menurutnya, kondisi korban secara umum baik dan hanya mengalami luka ringan.

“Alhamdulillah hanya lecet-lecet saja,” ujarnya lagi.

Setelah dievakuasi, korban akan dibawa ke fasilitas kesehatan untuk menjalani pemeriksaan di RSUD Bedas.

“Rencana dibawa ke faskes untuk lakukan pengecekan kesehatan, dan lanjut diserahkan ke pihak keluarga,” tutur Ade Dian.

Baca Juga: Sudah Satu Hari Mahasiswa ITB Hilang di Gunung Puntang, Saat Turun Terpisah dari Dua Rekannya

Basarnas mengimbau para pendaki agar selalu menjaga kebersamaan dalam rombongan dan mempersiapkan perlengkapan serta komunikasi dengan baik selama melakukan pendakian.

Dekan Fakultas Teknis Sipil dan Lingkungan (FTSL) ITB, Nita Yunita, mengatakan, setelah ditemukan Arief sudah kembali kepada keluarganya.

Yang bersangkutan langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.

"Barusan Arief sudah diserahterimakan kepada keluarga, pihak FSTL, prodi, dan IATL mendampingi sampai selesai,” jelas Nita.

“Kami masih di rumah sakit Bedas Arjasari, bersama Arief dan keluarga," kata Nita kepada wartawan, Senin (11/5/2026).

Nita menjelaskan, kondisi Arief setelah kejadian mengalami luka gores di sekujur tubuhnya.

"Kondisi Arief mengalami luka di sekujur tubuh, dan ada memar di tubuh. Saat ini posisi menunggu hasil rontgen," ujarnya.

"Jadi dia jatuh, terperosok ke jurang 6-7 meter, lalu tidak bisa naik ke atas jalur, jadi membuka jalur menyusuri sungai. Alhamdulillah masih diberi keselamatan," terangnya.***