POJOKSATU.ID - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkap kendala serius dalam pengiriman relawan tenaga kesehatan dan tenaga medis ke wilayah bencana di Sumatera.

Masalah utama yang dihadapi bukan pada ketersediaan relawan, melainkan mahalnya biaya transportasi udara yang membebani anggaran negara.

Hal tersebut disampaikan Budi dalam Rapat Koordinasi Satuan Tugas Penanggulangan Pascabencana DPR RI bersama pemerintah yang digelar di Aceh, Sabtu (10/1).

Baca Juga: Jangan Kaget! Ini Daftar Pelanggan yang Gagal Dapat Promo PLN Januari 2026

Dalam rapat itu, Menkes memaparkan kondisi di lapangan yang menuntut kehadiran relawan dalam jumlah besar dan berkelanjutan.

Menurut Budi, relawan yang dikirim ke daerah bencana berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari tenaga kesehatan pemerintah daerah, rumah sakit, fakultas kedokteran, hingga organisasi profesi.

Namun, tingginya harga tiket pesawat langsung menuju Sumatera membuat proses pengiriman menjadi tidak efisien secara anggaran.

Baca Juga: Heboh! Niatnya Dapat Makan Bergizi, Eh Malah Ratusan Santri Ponpes Miftahul Huda Justru Alami Keracunan

“Jumlah relawan cukup besar. Tapi tiket pesawat ke Sumatera mahal sekali, jadi sangat membebani,” ujar Budi, dikutip pojoksatu.id dari kumparan.com.

Untuk menyiasati persoalan biaya, Kementerian Kesehatan sempat mengambil langkah alternatif dengan mengirim relawan melalui jalur transit Malaysia.

Rute tersebut dinilai jauh lebih murah dibandingkan penerbangan langsung dari dalam negeri.

Baca Juga: ASN Wajib Tahu, Inlah Cara Verifikasi NIK dan Nomor KK di Aplikasi MyASN BKN, Simak Penjelasan Lengkapnya

Jadi langkah itu malah memunculkan kesalahpahaman di ruang publik.

Kedatangan relawan Kemenkes yang melalui Malaysia sempat disangka sebagai relawan dari luar negeri, tepatnya dari Malaysia, bukan tenaga kesehatan Indonesia.

“Padahal itu relawan kita sendiri, hanya lewat jalur yang lebih murah,” ujar Budi.

Baca Juga: NRG Sudah Terbit di Info GTK Tapi Masih Merah? Ini Penjelasan Status Belum Valid dan Langkah Aman yang Perlu Guru Ketahui

Atas pengalaman tersebut, Menkes meminta adanya kebijakan khusus terkait harga tiket pesawat bagi relawan yang ditugaskan ke daerah bencana.

Ia menilai selisih harga tiket penerbangan langsung dengan rute alternatif terlalu jauh dan tidak sebanding dengan urgensi misi kemanusiaan.

Budi juga memaparkan kebutuhan tenaga kesehatan di wilayah terdampak bencana cukup besar.

Baca Juga: PPPK Wajib Tahu, Begini Cara Mengajukan Cuti Tahunan agar Tidak Ditolak, Simak Lengkapnya

Setiap dua minggu, pemerintah perlu mengirim sekitar 700 hingga 800 relawan untuk membantu tenaga kesehatan setempat, terutama di pos pengungsian dan wilayah terpencil yang sulit dijangkau.

“Kita butuh rotasi terus. Kalau tidak, tenaga kesehatan di lapangan bisa kelelahan,” ujarnya.

Sementara itu, Staf Khusus Kasum TNI Brigjen Anggit Exton menyatakan kesiapan TNI untuk membantu mobilisasi relawan kesehatan apabila mendapat perintah dari Panglima TNI.

Baca Juga: Cara Membuat Email Dinas Pribadi untuk ASN PPPK dan PPPK Paruh Waktu, Simak Selengkapnya

Dukungan tersebut dapat dilakukan melalui penggunaan pesawat militer sehingga relawan tidak harus bergantung pada penerbangan komersial.

Dengan dukungan tersebut, diharapkan pengiriman relawan ke daerah bencana bisa berjalan lebih cepat, efisien, dan tidak terkendala biaya transportasi.

Pemerintah pun didorong untuk mencari solusi jangka panjang agar misi kemanusiaan tidak terhambat oleh persoalan logistik.***