POJOKSATU.id - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengusulkan Program Magang Nasional kembali dibuka pada 2026.
Kabar ini tentu jadi angin segar, terutama bagi fresh graduate yang sedang mencari pengalaman kerja sekaligus peluang karier.
Rencananya, kuota peserta akan ditingkatkan cukup signifikan menjadi 150 ribu orang.
Angka ini naik sekitar 50 persen dibandingkan pelaksanaan program serupa pada tahun sebelumnya.
Sekretaris Jenderal Kemnaker, Cris Kuntadi, menjelaskan bahwa peningkatan kuota ini didorong oleh tingginya minat peserta dan kebutuhan dunia industri.
“Jadi kami mengusulkan untuk ada program pemagangan nasional di 2026 kembali, yang kami usulkan itu 150 ribu, jadi naik 50%,” ungkapnya.
Meski begitu, jadwal resmi pembukaan pendaftaran masih belum diumumkan.
Saat ini, Kemnaker masih fokus menyelesaikan rangkaian Program Magang Nasional 2025, termasuk proses sertifikasi peserta oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
“Nah, sekarang kita lagi menyelesaikan dulu untuk 2025, karena kita untuk sertifikasi BNSP. Jadi mereka lulus itu bukan hanya punya pengalaman kerja tapi juga punya sertifikasi keahlian dari BNSP,” jelas Cris.
Untuk mekanisme pendaftaran, tidak akan jauh berbeda dari sebelumnya.
Proses akan dimulai dari pendaftaran perusahaan penyelenggara, dilanjutkan dengan pendaftaran peserta, hingga tahap seleksi oleh masing-masing perusahaan.
Menariknya, program ini tidak hanya memberikan pengalaman kerja, tapi juga membuka peluang langsung direkrut oleh perusahaan.
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengungkapkan bahwa hasil evaluasi Batch I 2025 menunjukkan dampak positif.
“Saya tentu mengucapkan selamat kepada adik-adik peserta magang Batch I yang sudah selesai dan yang sudah ditawari kerja oleh perusahaan,” ungkapnya.
Bahkan, berdasarkan data sementara, sekitar 20 hingga 30 persen peserta magang telah langsung direkrut oleh perusahaan tempat mereka belajar.
Hal ini menunjukkan bahwa program ini benar-benar efektif menjembatani dunia pendidikan dengan dunia kerja.
Saat ini, Kemnaker masih terus melakukan pendataan terkait jumlah peserta yang berhasil direkrut.
Sementara itu, untuk instansi pemerintah, proses rekrutmen tetap mengikuti mekanisme resmi Aparatur Sipil Negara (ASN).
Dengan tingginya antusiasme dan peluang kerja yang nyata, Program Magang Nasional menjadi salah satu solusi strategis untuk mengurangi pengangguran, khususnya di kalangan lulusan baru.
Di tengah persaingan dunia kerja yang makin ketat, kesempatan seperti ini tentu sayang untuk dilewatkan.
Bagi banyak anak muda, magang bukan sekadar pengalaman, tapi bisa jadi pintu awal menuju masa depan yang lebih pasti dan penuh harapan.***




