POJOKSATU.id - Kemacetan parah melumpuhkan akses menuju Pelabuhan Tanjung Priok sejak Kamis (17/4) pagi hingga malam hari.
Kepadatan lalu lintas dipicu oleh antrean lebih dari 4.000 truk kontainer yang mengular di berbagai ruas jalan utama.
Terutama di Jalan Yos Sudarso, Jalan Cakung Cilincing, serta sejumlah titik exit tol.
Arus lalu lintas nyaris stagnan dan membuat banyak pengemudi dan warga terjebak selama berjam-jam tanpa pergerakan.
Baca Juga: Korupsi di Indonesia seperti Butir-butir Pasir di Roda
Bahkan, beberapa pengemudi terlihat melaksanakan shalat di pinggir jalan, tepat di samping truk mereka yang tak bergerak.
"Sudah masuk waktu Magrib, jalan masih nggak gerak. Akhirnya saya gelar sajadah di aspal," kata Wawan (39), sopir truk asal Karawang, yang mengaku sudah terjebak lebih dari lima jam sejak siang.
Kondisi ini diperparah oleh proses bongkar muat barang di dalam pelabuhan yang berjalan lambat, sehingga antrean kendaraan berat menumpuk di luar.
Warga sekitar menyebut kemacetan kali ini sebagai "macet horor" terburuk sejak awal tahun.
Berdasarkan pantauan dan data dari berbagai sumber, terdapat delapan ruas jalan utama dan empat pintu keluar tol yang mengalami kemacetan total.
Jalan-jalan tersebut meliputi Jalan Cakung Cilincing, Jalan Jampea, Jalan Sulawesi, Jalan Ende, Jalan Martadinata, Jalan Enggano, Jalan RE Martadinata, dan Jalan Yos Sudarso.
Sementara empat exit tol terdampak adalah Exit Tol Tanjung Priok, Exit Tol Enggano, Exit Tol Ancol Barat, dan Exit Tol Pluit.
Kemacetan paling parah tercatat di Jalan Yos Sudarso, tempat di mana banyak truk kontainer parkir memakan dua hingga tiga lajur jalan.
Kendaraan pribadi tak punya banyak pilihan selain memutar balik atau mencari jalur tikus yang juga padat.
"Macet sudah dari pagi. Saya cuma jalan 1 kilometer dalam 2 jam," keluh Suyono (45), pengemudi truk lainnya.
"Ini bukan macet biasa, sudah chaos. Sopir juga harus shalat di jalan karena nggak bisa ke mana-mana." sambungnya.
Antrean truk yang masuk ke Pelabuhan Tanjung Priok sudah melebihi 4.000 unit.
Baca Juga: Sosok Tony Sumampau, Komisaris Taman Safari Indonesia Dituding Eksploitasi Eks Pemain Sirkus OCI
Hal ini terjadi akibat tidak terpadunya sistem digitalisasi pengaturan kedatangan truk dan lemahnya disiplin terhadap slot waktu (time slot) pengiriman.
Ketua Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo), Gemilang Tarigan, mengatakan antrean ekstrem ini terjadi karena masih banyak sopir truk datang tanpa mengikuti jadwal digital yang telah ditentukan.
"Sistem slot time masih sering dilanggar. Truk datang bersamaan, padahal pelabuhan tidak siap tampung. Akhirnya numpuk di jalan," ujar Gemilang.
Kemacetan ini berdampak besar pada distribusi logistik, rantai pasok, dan aktivitas warga.
Baca Juga: Sosok Tony Sumampau, Komisaris Taman Safari Indonesia Dituding Eksploitasi Eks Pemain Sirkus OCI
Beberapa pelaku usaha menyebut keterlambatan distribusi barang dari pelabuhan bisa berimbas pada keterlambatan produksi, pembengkakan biaya, hingga risiko kehilangan klien internasional.
"Setiap jam keterlambatan bisa berarti denda atau kontrak dibatalkan. Kami rugi ratusan juta sehari kalau begini terus," kata Indra Rachmat, Direktur Operasional PT Jasa Kargo Prima.
Pakar logistik dari ITS, Nurhadi Wibowo, memperkirakan potensi kerugian ekonomi akibat kemacetan logistik di Priok bisa menembus Rp500 miliar per hari, jika tidak segera diatasi secara sistemik.
"Kemacetan seperti ini bukan sekadar masalah lalu lintas, tapi ancaman terhadap efisiensi ekonomi nasional," ujarnya.
Warga sekitar juga ikut terdampak. Di Sunter, Tanjung Priok, dan Cilincing, aktivitas harian lumpuh. Anak sekolah terlambat, pekerja terjebak di jalan, dan layanan transportasi online sulit ditemukan.
"Sudah tiga ojek online tolak pesanan saya. Semua bilang macet nggak gerak," kata Nia, warga Sunter.
Pihak Kepolisian dan Dinas Perhubungan telah mengerahkan personel tambahan dan melakukan koordinasi dengan Otoritas Pelabuhan.
Namun, tingginya volume kendaraan membuat pengaturan lalu lintas belum membuahkan hasil signifikan.
"Kami minta para sopir yang belum punya slot bongkar untuk tidak masuk dulu ke arah pelabuhan," ujar Kasatlantas Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Kompol Marbun.
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo, menyebut solusi jangka pendek yang tengah disiapkan adalah membuka buffer zone atau lahan penampungan sementara bagi truk yang menunggu giliran.
"Kami sedang upayakan redistribusi truk ke lokasi parkir yang lebih terorganisir agar tidak menumpuk di jalan," ujarnya.
Di media sosial, tagar #MacetPriok menjadi trending topic pada Kamis malam. Banyak pengguna X (Twitter) mengunggah video antrean truk dari udara, dan foto-foto sopir tidur di dalam kabin atau shalat di aspal jalan.
"Macet berjam-jam, sopir sampai gelar sajadah di pinggir jalan. Sistem logistik kita darurat," tulis akun @truklogistik.
Pakar transportasi dari MTI (Masyarakat Transportasi Indonesia), Djoko Setijowarno, menilai situasi ini mengindikasikan kegagalan sistemik dalam pengelolaan pelabuhan dan distribusi barang.
"Perlu penegakan jadwal digital, perbaikan sistem bongkar muat, dan buffer zone yang memadai. Kalau tidak, ini akan jadi krisis rutin," ujarnya.***
Untuk mendapatkan artikel menarik dengan lebih cepat dan mudah bisa download aplikasi Pojoksatu.id untuk Android dan iOS dengan link di bawah ini:



