POJOKSATU.id, KALTIM — Universitas Mulawarman (Unmul) menggelar pembukaan resmi kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) tahun 2025, Selasa (5/8/2025).
Acara digelar di Gedung 27 September, Kampus Unmul, dan diikuti lebih dari 6.400 mahasiswa baru dari berbagai fakultas.
Acara turut dihadiri oleh Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji, serta jajaran perwakilan dari Kodam VI/Mulawarman.
Baca Juga: Siswi MAN 4 Kebumen, Romy Zozky Wulandari Raih Emas di Karate Internasional Asia-Pasifik
Namun, suasana sempat berubah hening ketika barisan mahasiswa baru dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) secara serempak membalikkan badan saat Seno Aji memulai sambutannya di atas podium.
"Ini kenapa pada balik ke arah sana, Ada apa anak FKIP?" tanyanya sambil mengarahkan pandangan ke arah barisan mahasiswa yang membelakanginya.
Peristiwa tersebut sempat membuat suasana hening beberapa saat. Namun, Panitia acara dan jajaran keamanan kampus terlihat sigap menenangkan peserta lain dan menjaga agar suasana tidak semakin tegang. Beberapa menit kemudian, mahasiswa diarahkan kembali untuk menghadapkan diri ke panggung, dan acara PKKMB dilanjutkan seperti semula.
"Kenapa FKIP balik arah tadi, siapa yang menyuruh?" lanjutnya dengan nada bercampur heran dan bingung, sembari berusaha tetap tersenyum di hadapan peserta.
Baca Juga: Joel Alberto Tanos Cucu 9 Naga Sulut akan Dimakamkan di Pekuburan Sentosa Maumbi Esok Hari
Melanjutkan sambutannya, Seno Aji memaparkan komitmen Pemprov terhadap pendidikan tinggi.
Tahun 2025, Kaltim mengalokasikan dana Rp750 miliar untuk menanggung Uang Kuliah Tunggal (UKT) mahasiswa baru.
Seno menambahkan bahwa pada tahun berikutnya, angka itu melonjak menjadi Rp2,7 triliun, yang ditujukan untuk mencakup seluruh mahasiswa Kaltim, bukan hanya angkatan baru.
Selain pembebasan UKT, Seno juga mengumumkan investasi Rp127 miliar untuk pembangunan Smart Digital Education Center di Unmul, serta perencanaan Rumah Sakit Pendidikan Kedokteran, sebagai bagian dari pengembangan fasilitas pendidikan dan riset kampus.
Aksi simbolik maba FKIP ini diduga sebagai bentuk kekecewaan atas janji-janji pendidikan gratis yang dinilai tidak sesuai realita di lapangan.
Sebelumnya, program ‘Gratispol’ yang digaungkan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur memang menuai pro-kontra, terutama soal implementasi dan kejelasan sasarannya di lingkungan kampus.***




