POJOKSATU.id - Dalam rangka memeriahkan Semarak Lomba Kemerdekaan, Direktorat Pendidikan Profesi Guru (PPG) menggelar Lomba Menulis Puisi bagi guru lulusan PPG Guru Tertentu atau Dalam Jabatan di seluruh Indonesia.

Kegiatan ini menjadi ruang bagi para guru untuk mengabadikan pengalaman, pengabdian, dan harapan mereka melalui karya sastra.

Tak sekadar kompetisi, ajang ini juga menjadi bentuk apresiasi terhadap dedikasi para pendidik yang selama ini mengajar dengan penuh ketulusan di ruang-ruang kelas.

Angkat Tema Peran dan Hati Guru
Lomba tahun ini mengusung tema "Peran dan Hati Guru untuk Pendidikan Indonesia."

Baca Juga: Polresta Karawang Serahkan Jenazah Dua Korban Laka Laut KM Anugrah Laut 3 ke Keluarga

Melalui tema tersebut, peserta diajak menuangkan refleksi, semangat, serta pengalaman mengajar dalam bentuk puisi yang menggambarkan peran penting guru dalam membangun masa depan bangsa.

Sebanyak 81 karya terbaik nantinya akan diterbitkan dalam sebuah buku antologi puisi sebagai dokumentasi perjalanan dan dedikasi guru Indonesia.

Pengumpulan Karya Dibuka Hingga 12 Agustus
Direktorat PPG menetapkan masa pengumpulan karya berlangsung mulai 5 hingga 12 Agustus 2026.

Guru yang ingin mengikuti lomba diharapkan mengirimkan karya terbaiknya sebelum batas waktu yang telah ditentukan sesuai ketentuan yang berlaku.

Baca Juga: HUT Ke-81 RI Makin Seru! Ini Manfaat Lomba Tradisional untuk Kesehatan dan Kebersamaan

Selain kesempatan dibukukan, seluruh penulis dari 81 karya terbaik juga akan memperoleh e-sertifikat sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi mereka.

Hadiah untuk Para Pemenang
Panitia telah menyiapkan penghargaan bagi para peserta terbaik yang terdiri atas:

Juara 1

Juara 2

Juara 3

Harapan 1

Harapan 2

Juara Favorit

Baca Juga: Kemensos Uji Coba PERLINSOS Digital, Kini Usulan Bansos Bisa Daftar Mandiri Secara Online

Panitia menegaskan bahwa keputusan dewan juri bersifat final dan tidak dapat diganggu gugat.

Syarat Mengikuti Lomba
Peserta lomba merupakan guru lulusan PPG Guru Tertentu atau Dalam Jabatan.

Setiap peserta hanya diperbolehkan mengirimkan satu karya yang belum pernah menjadi juara pada perlombaan lain.

Puisi juga tidak boleh mengandung unsur SARA, ujaran kebencian, maupun plagiarisme.

Karya ditulis menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar dengan panjang maksimal satu halaman ukuran A4, menggunakan huruf Times New Roman ukuran 12 dan spasi 1,5.

Baca Juga: Kemensos Uji Coba PERLINSOS Digital, Kini Usulan Bansos Bisa Daftar Mandiri Secara Online

Judul puisi dapat dipilih secara bebas selama tetap sesuai dengan tema lomba.

Pada halaman kedua, peserta wajib mencantumkan biodata penulis dengan panjang maksimal 50 kata.

Seluruh karya dikirim dalam format PDF dan harus diunggah terlebih dahulu ke akun media sosial masing-masing peserta.

Tautan unggahan tersebut kemudian dilampirkan pada formulir pendaftaran.

Tidak Dipungut Biaya

Baca Juga: Sholeh Cilik

Panitia menegaskan bahwa seluruh proses pendaftaran dan pelaksanaan lomba tidak dipungut biaya apa pun.

Peserta juga diimbau agar berhati-hati terhadap berbagai bentuk penipuan maupun informasi palsu yang mengatasnamakan penyelenggara.

Di balik setiap pelajaran yang diberikan, selalu ada kisah yang layak dikenang.

Lewat untaian puisi, para guru tidak hanya berbagi kata-kata indah, tetapi juga meninggalkan jejak pengabdian yang akan terus menginspirasi dunia pendidikan Indonesia.***