POJOKSATU.id - Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke lokasi banjir dan longsor di Padang Pariaman, Sumatera Barat.

Berubah menjadi momentum paling keras sejak ia dilantik.

Di hadapan para pengungsi yang tengah menunggu bantuan, Prabowo menyampaikan pernyataan tegas mengenai korupsi dan pencurian uang rakyat.

Baca Juga: Kompak Sampai Penjara, Mantan Bupati Langkat dan Kakaknya Divonis 4 Tahun Korupsi Proyek Infrastruktur

Ucapan tersebut sontak membuat area pengungsian riuh.

Momen itu terjadi pada Senin, 1 Desember 2025, ketika Prabowo meninjau langsung lokasi bencana sekaligus kondisi ratusan warga yang terdampak.

Setelah menyalurkan bantuan dan mendengarkan keluhan warga, Prabowo tiba-tiba menyinggung isu korupsi dengan nada tinggi.

Dengan suara lantang, ia berkata.

Baca Juga: Tak Semua Daerah Dapat Tambahan TPG THR 2025, Ini Penyebabnya dan Daftar Daerah yang Sudah Ajukan Berkas

“Supaya tidak ada kebocoran, tidak ada maling-maling yang mencuri uang rakyat. Kalian suka nggak kalau saya sikat maling-maling semua itu?!”

Kutipan ini dikonfirmasi sejumlah media kredibel saat dilokasi Banjir

Ucapan itu langsung memantik reaksi spontan dari warga.

Area pengungsian mendadak bergemuruh saat puluhan warga berdiri dan meneriakkan.

“Hidup Prabowo!” Sebagian warga bahkan menepuk-nepuk meja posko tanda dukungan. Sorakan itu berulang beberapa kali dan membuat suasana semakin riuh.

Selain menyinggung korupsi, Prabowo juga menegaskan bahwa kekayaan negara tidak boleh diambil segelintir orang.

“Kekayaan negara itu milik rakyat. Tidak boleh ada yang mencuri. Kalau ada yang maling, saya sikat!” ujarnya, sebagaimana dikutip Pojoksatu.id diberitakan Inilah.com.

Baca Juga: LUAR BIASA! ASN Majalengka Kumpulkan Rp51 Juta untuk Korban Bencana Aceh–Sumatera

Prabowo juga memastikan bahwa pemerintah akan memperbaiki seluruh rumah, jembatan, dan infrastruktur yang rusak akibat bencana.

Ia menekankan bahwa dana negara harus mengalir kepada masyarakat yang membutuhkan, terutama saat menghadapi masa pemulihan.

Pernyataan itu menjadi sorotan nasional karena disampaikan di tengah situasi darurat, saat warga sedang kehilangan rumah, harta, bahkan anggota keluarga.

Baca Juga: Tak Semua Daerah Dapat Tambahan TPG THR 2025, Ini Penyebabnya dan Daftar Daerah yang Sudah Ajukan Berkas

Bagi sebagian warga, seruan Prabowo dianggap sebagai komitmen kuat untuk memastikan bahwa proses distribusi bantuan tidak disalahgunakan.

Di sisi lain, sejumlah analis menilai bahwa momen ini menjadi salah satu pesan politik paling keras yang pernah disampaikan Prabowo sejak menjabat.

Ucapan tersebut menunjukkan bahwa ia ingin menegaskan posisi pemerintah dalam menjaga integritas pengelolaan uang negara.

Baca Juga: Viral! Gaji TKA China Kerja di Bandara IMIP Cuma Nyapu Doang Capai Rp18,7 Juta, Netizen Emosi Kerja Ringan, Dibayar Sultan!

Terlebih ketika masyarakat membutuhkan bantuan cepat dan tepat.

Banjir dan longsor yang melanda Sumatera Barat sendiri menimbulkan kerusakan parah.

Kementerian dan lembaga terkait mencatat kerusakan rumah, akses jalan terputus, serta gangguan listrik dan air bersih di beberapa titik.

Presiden menegaskan bahwa pemerintah pusat akan menyalurkan bantuan lanjutan dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk menangani dampak jangka panjang.

Momen ketika Prabowo melontarkan kalimat “sikat maling” kini menjadi perbincangan hangat di media sosial.

Banyak pengguna platform digital mengunggah ulang potongan videonya, sementara sebagian lainnya menyoroti reaksi pengungsi yang langsung menyahut dengan semangat.

Baca Juga: Mulai Dicairkan! TPG THR 100 Persen Turun Bertahap ke Daerah, Guru Wajib Pantau Rekening

Tagar terkait pun sempat masuk dalam kolom trending di beberapa media sosial.

Selain merespons bencana, Prabowo menutup kunjungannya dengan permintaan maaf kepada warga yang mengalami kerugian.

Ia menegaskan bahwa pemerintah akan bekerja cepat agar pemulihan berjalan efektif.

Baca Juga: Kompak Sampai Penjara, Mantan Bupati Langkat dan Kakaknya Divonis 4 Tahun Korupsi Proyek Infrastruktur

Pesan Prabowo di akhir kunjungan kembali menegaskan keberpihakannya kepada rakyat

“Kita harus pastikan uang negara kembali ke rakyat, bukan ke orang-orang yang ingin memperkaya diri.”

Dengan kombinasi situasi bencana, pesan keras anti-korupsi, dan sorakan warga yang emosional, kunjungan ini menjadi salah satu momen paling disorot sepanjang minggu.

Baca Juga: Resmi Cair! Guru di Daerah Ini Terima Tambahan TPG 100 Persen dan Gaji 13

Banyak pihak menunggu tindak lanjut pemerintah terhadap janji pemberantasan korupsi dan pengawasan dana publik, terutama di sektor kebencanaan.***