POJOKSATU.id, JAKARTA -- Linda Puji Astuti mengklaim Teddy Minahasa Putra meminta fee Rp100 miliar untuk meloloskan 1 ton sabu dari pabrik di Taiwan ke Indonesia.
Hal itu disampaikan Linda dalam persidangan di PN Jakbar, Rabu (15/3).
Linda awalnya ditanyai oleh penasihat hukumnya, Adriel Viari Purba, soal pernyataan Teddy dalam BAP yang menyatakan dia diajak ke Taiwan oleh Linda.
Linda mengatakan mereka pergi ke pabrik sabu setelah operasi di Laut China Selatan gagal pada 2019 lalu.
Linda lalu mengatakan Teddy memberi tawaran ‘buy 1 get 1’ yang artinya pabrik dari Taiwan itu bisa mengirim sabu, namun harus ada sebagian barang yang ditangkap.
Baca Juga :
Ayah Teddy Minahasa Haji Abu Bakar dari Madura, Ibunya Candra Minarni dari Tionghoa Muslim
Teddy disebut meminta fee Rp 100 miliar per 1 ton sabu yang dimasukkan ke Indonesia.
“Jadi waktu saya gagal di Laut China, itu saya sudah minta maaf, katanya begini, ‘Kamu kenal nggak sama bandar di sana?’, ‘Ada Pak Teddy’. Pak Teddy bilang begini ‘Begini aja, kita ke sana. Kalau mereka mau kirim kita kawal’, ‘Maksudnya gimana, Pak Teddy?’. ‘Ya bilang saja buy 1 get 1’, dia bilang begitu,” jelas Linda, Rabu (15/3/2023).
Linda Puji Astuti mengatakan Teddy meminta fee Rp 100 miliar per 1 ton sabu yang akan diloloskan ke Indonesia, namun hal itu tak disepakati karena dinilai terlalu mahal.
“Kalau 1 ton, Pak Teddy mintanya Rp 100 miliar. Karena waktu itu terlalu mahal, akhirnya nggak jadi,” kata Linda Puji Astuti yang mengaku istri siri Teddy Minahasa Putra ini. (ikror/pojoksatu)




