POJOKSATU.id, CIREBON—Sebanyak 8 pekerja tambang galian C batu kapur di Gunung Kuda Bobos masih tertimbun usai kejadian longsor yang terjadi Jumat siang (30/5).
Tim Gabungan akan memfokuskan pencarian terhadap 8 warga yang masih tertimbun ini mulai hari ini, Sabtu (31/5).
Pemprov Jabar sudah menetapkan status tanggap darurat selama 7 hari.
Jumlah korban yang ditemukan dalam keadaan meninggal sebanyak 14 orang dan kemungkinan akan terus bertambah.
Baca Juga: Seskab Teddy Buka Suara, Tak Ada Minuman Beralkohol dalam Jamuan Gala Dinner Prabowo-Macron
Berikut lima fakta-fakta longsor yang terjadi di kawasan tambang batu kapur Gunung Kuda Bobos yang berlokasi di Kecamatan Dukupuntan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat ini.
1. Status Tanggap Darurat 7 Hari
Pemprov Jawa Barat menetapkan status tanggap darurat bencana musibah longsor Gunung Kuda Bobos selama tujuh hari.
"Status tanggap darurat, selama tujuh hari, kami semua akan fokus melakukan penanganan secara komprehensif dari A-Z," ucap Sekda Jabar Herman Suryatman.
Baca Juga: Korban Tewas Bertambah 14 Orang, 8 Warga Masih Tertimbun Longsor Gunung Kuda Bobos
Tanggap Darurat memfokuskan pada proses evakuasi setelah bencana. Dimana beberapa korban masih tertimbun longsor di lokasi.
2.Korban Tewas 14 Orang
Dari update terbaru yang disampaikan Pemprov Jabar, hingga Jumat malam, korban tewas bertambah menjadi 14 orang, dan 8 orang masih tertimbun.
Dimana 14 jenazah korban longsor Gunung Kuda ini berada di rumah sakit RSUD Arjawinangun Cirebon.
Sekda Jabar Herman Suryatman, Jumat malam (30/5) usai rapat koordinasi gabungan penanganan mengatakan, sebanyak 14 orang dinyatakan meninggal dunia.
Empat korban masih dirawat di rumah sakit. Dan 8 orang masih tertimbun dan akan dilakukan pencarian kembali oleh tim gabungan.
3.Gubernur Perintahkan Tutup Tambang
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi telah memerintahkan dinas terkait untuk menutup lokasi tambang batu kapur Gunung Kuda Bobos.
“Saya sudah memerintahkan kepala Dinas ESDM Jabar dan jajaran yang saat ini berada di lokasi untuk menutup tambang tersebut selamanya,” tegas Dedi dikutip dari video yang diunggah di media sosial, Jumat (30/5).
Dedi mengaku pernah mengunjungi tambang tersebut sebelum menjabat gubernur dan menemukan bahwa kegiatan penambangan itu tidak memenuhi standar keamanan.
4.Kesalahan Cara Menambang
Kepala Dinas ESDM Jabar Bambang Tirto Yuliono di Cirebon, Jumat, mengatakan metode penambangan di Gunung Kuda seharusnya dilakukan dari atas secara terasering, bukan dari bawah seperti yang diterapkan selama ini.
“Jenis batuan seperti ini seharusnya ditambang dari atas ke bawah, bukan sebaliknya. Ini sudah dijelaskan berkali-kali oleh inspektur tambang,” ujarnya.
Pihaknya juga telah memberikan peringatan keras kepada pengelola tambang sebelum insiden terjadi. Namun teguran tersebut tidak diindahkan.
5.Bukan untuk Pabrik
Bukan untuk dijual ke pabrik semen Indocement sebab bahan batu kapur mereka berasal dari Pegunungan Kromong yang membentang luas di selatan Cirebon.***




