POJOKSATU.ID - Kisah haru sekaligus dramatis datang dari seorang pria yang selama delapan jam penuh berjuang mengevakuasi keluarga dan warga dari bencana banjir yang melanda wilayahnya.
Dalam kondisi kelelahan dan perut kosong, ia menemukan sebuah kulkas yang hanyut terbawa arus.
Saat dibuka, kulkas itu berisi beberapa makanan yang masih utuh dan langsung menjadi penyelamat di tengah situasi darurat.
Baca Juga: Dompet Dhuafa Tangani 9.663 Korban Banjir Sumatra, Turunkan Tim Respon Darurat Pasca Bencana
Peristiwa ini terjadi di salah satu kawasan terdampak banjir besar di Sumatera.
Sejak dini hari, pria tersebut bersama warga lain terus berupaya mengevakuasi anak-anak, orang tua, dan perempuan dari rumah yang sudah terendam hingga ke bagian atap.
Arus air yang deras membuat proses evakuasi berlangsung lama dan penuh risiko.
Selama proses penyelamatan, pria itu tidak sempat makan atau minum.
Baca Juga: Seperti Dijaga Tuhan, Bayi Mungil 3 Bulan Selamat dari Seretan Galodo 3 Km, Dilindungi Sebuah Batu
Fokusnya hanya satu memastikan keluarganya berpindah ke tempat aman dan membantu tetangganya yang masih terjebak.
Delapan jam berlalu, tubuhnya mulai lemas, tenaganya hampir habis, dan rasa lapar makin tak tertahan.
Di tengah kelelahan itu, air banjir membawa sesuatu yang tak disangka Baca Juga: HUT ke-13, Fakta Jabar Bagikan Beras untuk Warga Karangpawitansebuah kulkas berwarna putih yang terseret arus dan tersangkut di reruntuhan pagar rumah warga.
Pria tersebut awalnya mengira kulkas itu kosong atau rusak. Namun rasa penasaran membuatnya mencoba membuka pintunya.
Yang mengejutkan, di dalam kulkas itu masih tersisa beberapa makanan yang terbungkus rapi roti, kotak susu, sebotol air mineral, serta sedikit buah segar yang belum busuk.
Tanpa pikir panjang, ia langsung memakan apa yang bisa dimakan.
Baca Juga: Story Anak Purbaya Bikin Heboh, TPL Langsung Jadi Sorotan, Warganet Auto Bedah Riwayat Perusahaan
Menurutnya, kondisi lapar dan fisik yang hampir menyerah membuat temuan itu seperti mu’jizat kecil di tengah bencana.
Warga sekitar yang melihat kejadian itu ikut merasa haru.
Mereka memahami bahwa dalam situasi bencana, makanan adalah kebutuhan paling mendesak sekaligus paling sulit diakses.
Baca Juga: Strategi Cerdas Memilih Formasi CPNS 2026 Agar Peluang Lolos Berlipat
Banyak warung yang tenggelam, dapur umum belum terbentuk, dan bantuan belum dapat masuk dengan cepat karena akses jalan masih tertutup lumpur.
Kulkas hanyut itu kemudian didorong ke tempat lebih aman agar isi lainnya bisa dibagi kepada warga lain.
Bagi pria tersebut, makanan itu bukan hanya pelepas lapar, tetapi juga penambah tenaga untuk kembali membantu proses evakuasi berikutnya.
Kisah ini menjadi gambaran nyata bagaimana warga bertahan di tengah bencana besar.
Banyak yang kehilangan rumah, harta benda, hingga hubungan dengan anggota keluarga.
Namun rasa persatuan, solidaritas, dan tekad untuk saling menolong menjadi kekuatan utama yang membuat mereka bertahan.
Relawan yang tiba di lokasi kemudian mulai menyalurkan logistik untuk memenuhi kebutuhan dasar.
Meski demikian, tantangan evakuasi masih tetap besar karena curah hujan tinggi dan kondisi medan yang sulit dijangkau.
Pria itu mengaku bahwa ia tidak tahu siapa pemilik kulkas tersebut.
Namun ia berharap pemiliknya selamat dan memahami bahwa makanan di dalamnya telah menjadi penolong bagi warga yang sedang berjuang hidup.***




