POJOKSATU.ID - Ledakan yang terjadi di area masjid sekolah tersebut menyebabkan setidak-nya delapan orang mengalami luka ringan hingga sedang.
Situasi yang segera menghentikan kegiatan belajar-mengajar dan ibadah di sekolah.
Sekolah terpaksa melakukan sterilisasi area sebagai bagian dari langkah keamanan dan penanganan darurat, yang berdampak pada aktivitas rutin siswa dan guru.
Kondisi ini juga memunculkan kebutuhan untuk penanganan medis mendesak dan pemulihan fasilitas yang terdampak oleh ledakan.
Baca Juga: Tips Lolos Tes Substantif PPG Calon Guru 2025, 7 Hal Ini Wajib Diterapkan
Selain dampak fisik, para siswa, guru dan jamaah yang berada di lokasi menjadi saksi situasi traumatis, suara ledakan yang keras, panik, dan proses evakuasi yang cepat.
Salah satu saksi menyebut “ledakannya kuat bang” ketika berada di dalam mushola sebelum Salat Jumat.
Rasa aman yang semula melekat pada sekolah dan lingkungan ibadah mendadak terguncang.
Dan hal ini memunculkan kecemasan di kalangan orang tua, siswa serta warga sekitar kompleks TNI AL Kodamar.
Kepercayaan terhadap fasilitas sekolah dan masjid sebagai tempat yang aman harus diteguhkan kembali oleh pihak sekolah dan aparat.
Karena sekolah berada di dalam lingkungan komplek militer (TNI AL), insiden ini menjadi sinyal penting bahwa pengamanan fasilitas sekolah dan ibadah.
Termasuk instalasi listrik, sistem sound, akses ke bangunan perlu diperkuat.
Laporan awal menyebut bahwa sumber ledakan diduga berasal dari speaker atau perangkat audio di masjid sekolah.
Hal ini menunjukkan adanya celah dalam pemeliharaan teknis serta pengawasan keamanan internal.
Sekolah bersama dinas pendidikan dan aparat keamanan harus meninjau ulang prosedur evakuasi, inspeksi rutin peralatan.
Serta koordinasi dengan pihak militer agar kejadian serupa dapat dicegah.
Untuk jangka panjang, sekolah wajib menjalankan program pemulihan yang mencakup layanan konseling bagi siswa dan guru yang mengalami trauma.
Baca Juga: Adian Napitupulu, Jangan Nodai Sejarah dengan Gelar Pahlawan untuk Soeharto
Serta pemulihan fasilitas yang terdampak agar aktivitas belajar dan ibadah dapat berjalan normal kembali.
Transparansi dalam penyelidikan dan komunikasi publik juga krusial karena masih belum diketahui secara pasti penyebab ledakan.
Lebih lanjut, regulasi untuk sekolah yang memiliki fasilitas ibadah dalam lingkungan kompleks khusus (seperti militer) perlu diperkuat.
Baca Juga: Fery Insani Bakal Tata Ulang Tenaga Honorer Pemkab Bangka, Gaji Minimal Rp2,25 Juta Jadi Target
Termasuk audit keselamatan teknis dan pengamanan gedung.
Dialog dengan orang tua, komunitas dan pihak terkait penting untuk mengembalikan kepercayaan dan menjamin bahwa lingkungan sekolah aman dan kondusif.
Insiden ledakan di masjid sekolah SMA Negeri 72 Jakarta menunjukkan bahwa dampaknya meluas.
Bukan hanya pada korban luka fisik, tetapi juga terhadap psikologis siswa/guru, reputasi institusi, dan aspek keamanan tata kelola.
Sekolah dan pihak terkait harus bertindak cepat dan komprehensif untuk pemulihan dan pencegahan.
Agar fasilitas pendidikan dan ibadah kembali menjadi ruang yang aman dan nyaman bagi semua pihak.***




