POJOKSATU.ID- Kasus pelecehan seksual terhadap gadis di bawah umur terjadi di Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan. Sejak dilaporkan ke Polres Pekalongan Kota pada Februari 2023, hingga saat ini belum ada perkembangan.
Naasnya, korban pelecehan seksual itu hamil dan pelaku tidak bertanggung jawab. Bahkan kini korban sudah melahirkan dan bayinya sudah berumur dua bulan.
Baca Juga: Prediksi Skor Kualifikasi Euro 2024 Minggu Dini Hari WIB: Italia vs Malta, Denmark vs Kazakhstan
"Anak saya dibawa pelaku ke salah satu gubug di wilayah Tirto, Pekalongan pada Sabtu tanggal 12 November 2022. Kemudian pelaku juga mengajak anak saya ke lokasi yang sama pada tanggal 19 November 2022, dan 26 November 2023, sekira pukul 22.00 WIB. Dari tiga pertemuan tersebut yakni pertemuan terakhir, anak saya dipaksa melayani nafsu bejadnya," kata WA, ibu korban, Sabtu (14/10).
Ia bercerita sudah mendatangi keluarga pelaku. Pihak keluarga pelaku berjanji bertanggung-jawab, namun kenyataannya berbeda.
Baca Juga: Bingung Mau Belanja Dimana? Kini Cari Merchant BRI Cukup Chat Sabrina
"Dari melahirkan sampai biaya susu bayi, mereka tidak membantu apapun," jelas sang ibu.
WA pun ingin masalah anaknya berlanjut ke ranah hukum. Lalu pelaku mempertanggungjawabkan perbuatan di balik jeruji bisa.
Pendamping Hukum korban dari LBH Adhyaksa, Didik Pramono membeberkan bahwa pelaku adalah salah satu keponakan dari Anggota DPRD aktif di Kabupaten Pekalongan.
"Pelaku ini masih kerabat atau ponakan dari Anggota DPRD Kabupetan Pekalongan, sementara korban adalah warga yang kurang mampu dan berdomisili di Kota Pekalongan," tukasnya.
Baca Juga: Kasus Ibu-ibu Pemilik Mini Cooper Hadang Transjakarta Berakhir Damai, Tapi dengan Catatan Gini
Ia menyebut, korban sudah melapor pada November 2022, lalu tercatat dengan Laporan Polisi Nomor LP/B/28/2023/JATENG/RES PKL KT pada tanggal 28 Februari 2023.
"Sedangkan pelaku sampai saat ini masih berkeliaran bebas," tuturnya.
Saat dikonfirmasi wartawan, Kasatreskrim Polres Pekalongan Kota AKP Sumaryono belum memeri jawaban. ***



