POJOKSATU.id — Ketua MPR Ahmad Muzani membawa kabar yang melegakan bagi warga yang terdampak banjir bandang dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, serta Sumatera Barat.
Pemerintah memutuskan memberikan keringanan berupa penggratisan iuran BPJS Kesehatan sekaligus layanan penerbitan sertifikat tanah bagi masyarakat korban bencana.
Kebijakan tersebut disampaikan Muzani saat turun langsung menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada warga Aceh yang terdampak.
Baca Juga: KABAR BAIK! Gaji 1.611 PPPK Paruh Waktu Rohul Sudah Dianggarkan Masuk APBD 2026
Ia menegaskan bahwa pemerintah memastikan layanan kesehatan bagi korban banjir dan longsor tetap berjalan optimal dan menjadi prioritas utama.
“Tadi juga disampaikan, BPJS Kesehatan akan digratiskan bagi masyarakat terdampak, dan pelayanan kesehatan dipastikan tetap maksimal. Selain itu, BPN akan menggratiskan layanan sertifikasi tanah bagi warga yang terdampak bencana,” kata Muzani.
Berdasarkan hasil peninjauan di lapangan, Muzani mengungkapkan bahwa dampak bencana meluas hampir ke seluruh wilayah Kabupaten Aceh Utara.
Baca Juga: Panduan Lengkap Beli Tiket Kereta Api Jakarta–Yogyakarta untuk Libur Natal dan Tahun Baru 2026
Dari total 27 kecamatan, sebanyak 25 kecamatan mengalami kerusakan berat, sementara dua kecamatan lainnya terdampak dalam kategori ringan.
“Aceh Utara itu terdiri dari 27 kecamatan, 25 kecamatan terdampak parah dan dua kecamatan terdampak ringan. Artinya, seluruh kabupaten terdampak bencana,” ujarnya.
Ia menambahkan, jumlah warga yang terpaksa mengungsi kini telah melebihi 100.000 orang. Sayangnya, sebagian besar dari mereka belum mendapatkan tempat di hunian sementara.
Baca Juga: Rp2 Miliar Digelontorkan, Gaji PPPK Paruh Waktu Kulon Progo Naik Sesuai UMK
Kondisi ini membuat para pengungsi harus bertahan di rumah kerabat, sekolah, hingga masjid yang berada di lokasi lebih tinggi dan relatif aman dari banjir.
“Kondisi mereka saat ini sangat memprihatinkan. Rumah hancur, lahan pertanian rusak, ternak musnah, bahkan ada anggota keluarga yang meninggal dan hilang. Secara psikologis, mereka kehilangan semangat hidup,” jelas Muzani.
Selain pemenuhan kebutuhan dasar, warga juga menyampaikan harapan agar akses jalan di tingkat desa, kecamatan, hingga kabupaten dapat segera diperbaiki.
Baca Juga: Panduan Lengkap Beli Tiket Kereta Api Bandung–Yogyakarta untuk Libur Natal dan Tahun Baru 2026
Kerusakan infrastruktur dinilai sangat menghambat aktivitas masyarakat sekaligus proses penyaluran bantuan ke wilayah terdampak.
Menjelang bulan Ramadhan, kebutuhan akan hunian sementara menjadi salah satu harapan terbesar warga.
Mereka berharap pemerintah pusat dapat segera membangun rumah singgah agar kehidupan sehari-hari bisa kembali dijalani dengan lebih layak.
Baca Juga: FLS3N Karawang Timur 2025, Lomba Pantomim Diikuti 10 SD
“Karena itu, mereka berharap kepada pemerintah pusat untuk segera membangun rumah-rumah yang mereka tinggalkan atau yang hancur karena bencana tersebut,” papar Muzani.
Di bidang pendidikan, Muzani menyampaikan bahwa Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah telah mulai menyalurkan perlengkapan sekolah lengkap bagi anak-anak korban bencana.
Upaya ini dilakukan agar kegiatan belajar mengajar dapat kembali berjalan dan tidak terhenti akibat kondisi darurat.
Baca Juga: Single Salary ASN 2026: Apakah TPG Guru Akan Hilang? Begini Penjelasannya
“Mereka juga berharap sekolah-sekolah bisa segera diaktifkan kembali, karena pendidikan anak-anak tidak boleh terhenti akibat bencana,” tuturnya.
Adapun bantuan yang disalurkan MPR mencakup berbagai kebutuhan pokok dan perlengkapan penting, seperti susu, gula, kopi, mi instan, minyak goreng, biskuit, popok bayi, pembalut perempuan, minyak kayu putih, balsam, hingga obat-obatan.
“Bantuan ini memang masih sangat terbatas, tetapi yang paling penting adalah perhatian Presiden Prabowo yang begitu fokus untuk segera memulihkan kehidupan masyarakat agar bisa kembali seperti sedia kala,” tegas Muzani.
Baca Juga: Dokumen Honorer Bermasalah? Ini Langkah yang Bisa Dilakukan Saat Penataan Non-ASN 2025
Ia pun menekankan bahwa semangat gotong royong tetap menjadi kekuatan utama bangsa Indonesia dalam menghadapi berbagai bencana.
“Kami berbangga bahwa kegotongroyongan dan sifat penolong bagi kita, bangsa Indonesia, tidak pernah pudar. Itulah kebanggaan kita, itulah yang kita miliki satu-satunya sebagai sebuah warisan yang harus kita pertahankan, yakni kegotongroyongan,” imbuhnya.***




