POJOKSATU.ID - Sebuah unggahan di media sosial X memperlihatkan reaksi kaget seorang pengguna saat melihat perubahan visual pada aplikasi prakiraan cuaca di ponsel pintar miliknya.

Pemilik akun dengan nama pengguna Karis tersebut membagikan tangkapan layar antarmuka cuaca yang mendadak berubah warna menjadi cokelat kekuningan.

Ia mengaku sempat bingung dengan perubahan tampilan visual pada widget cuaca di layar utama ponselnya pagi itu.

Rasa penasaran tersebut akhirnya terjawab ketika ia membuka rincian aplikasi dan menemukan keterangan indikator bertuliskan abu vulkanik.

Baca Juga: Debu Vulkanik Krakatau Ancam Bandar Lampung, Lakukan Langkah Ini dan Tetap Waspada!

Kondisi tersebut terjadi di kawasan Karet, Jakarta Pusat, saat suhu udara setempat terpantau berada di angka 27 derajat Celsius.

Dalam unggahannya, warganet tersebut juga menyelipkan pesan kewaspadaan kepada para pengikutnya agar tetap menjaga keselamatan di tengah situasi tersebut.

Unggahan yang memuat indikator cuaca tersebut langsung memancing perhatian warganet lain di platform digital.

Banyak pengguna media sosial merasa terpanggil untuk turut mengecek kondisi serta tampilan aplikasi cuaca di ponsel mereka masing-masing.

Baca Juga: Anak Krakatau  Erupsi, Hujan Abu Vulkanik Meluas Cepat Dari Sumatra Hingga Menembus Jawa Barat dan Jakarta!

Fenomena perubahan warna antarmuka digital ini dianggap unik sekaligus menjadi peringatan dini bagi masyarakat setempat.

Sebagian warga yang tinggal di kawasan Jabodetabek mengonfirmasi bahwa hal semacam itu dipicu oleh sebaran material abu erupsi Gunung Anak Krakatau yang tertangkap oleh sistem sensor pemantau cuaca.

Respons dan kepedulian antar pengguna internet pun bermunculan melalui interaksi di kolom komentar serta bagikan ulang.

Melalui unggahan informatif tersebut, masyarakat diimbau untuk lebih peka terhadap setiap pembaruan informasi cuaca demi mengantisipasi dampak buruk paparan abu vulkanik.

Serta menjaga diri dari dampak abu vulkanik akibat erupsi gunung anak krakatau.***