POJOKSATU.id – Panggung World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos mendadak heboh ketika Presiden Prabowo Subianto melontarkan sebuah klaim besar yang langsung menyedot perhatian para delegasi dunia.
Prabowo menyebut program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan hanya berdampak pada kesehatan masyarakat.
Tetapi juga menciptakan ledakan lapangan kerja dalam skala yang tak pernah dibayangkan sebelumnya.
“Kami menciptakan lebih dari 600.000 pekerjaan hanya di dapur-dapur,” ujarnya dikutip pojoksatu.id dari kompas.com 23/1/2026.
Pernyataan itu langsung memicu bisik-bisik di ruangan, mengingat angka yang dibawa Prabowo terbilang fantastis untuk sebuah program intervensi pangan nasional.
Ia menegaskan bahwa dapur-dapur penyedia makanan MBG kini menjadi mesin ekonomi baru yang bergerak setiap hari di puluhan ribu titik.
Tak berhenti di situ, Prabowo melanjutkan dengan proyeksi yang lebih mencengangkan.
“Pada puncaknya, kami optimistis akan mencapai 1,5 juta pekerjaan langsung dengan para vendor, dan dengan para pemasok. Akan ada lebih dari 1 juta mata pencaharian lagi yang dirangkul dan ditingkatkan,” tegasnya.
Ucapan tersebut sontak menjadi sorotan media internasional.
Banyak analis ekonomi global menilai Indonesia tengah memperkenalkan model baru pembangunan berbasis program sosial yang mampu menggerakkan UMKM, petani, hingga rantai pasok pangan nasional.
Di dalam negeri, pernyataan Prabowo langsung viral di media sosial.
Warganet ramai memperdebatkan seberapa besar efek MBG terhadap perekonomian rakyat.
Namun satu hal yang tak terbantahkan klaim tersebut berhasil membawa nama Indonesia mencuat di forum ekonomi paling bergengsi dunia.
Dengan atmosfer Davos yang penuh sorotan, Prabowo jelas ingin menunjukkan bahwa Indonesia sedang mengeksekusi program yang bukan hanya populis.
Tetapi juga berdampak luas. Dan kini, dunia mulai memperhatikan.***




