POJOKSATU.ID - Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Aceh Tenggara pada Senin, 1 Desember 2025, tak hanya berisi peninjauan pengungsian dan evaluasi kondisi pascabanjir.

Di luar dugaan, momen itu berubah menjadi sorotan nasional setelah Bupati Aceh Tenggara, Salim Fakhry, menyampaikan pernyataan yang memicu kehebohan di hadapan para pengungsi.

Dalam sambutannya, Fakhry menyampaikan rasa terima kasih atas kedatangan Prabowo ke Kutacane.

Baca Juga: Jangan Keliru! Ini Syarat Lengkap Masuk Sekolah Kedinasan 2026 untuk Kelas 12

Ia menilai kunjungan tersebut menunjukkan perhatian langsung pemerintah pusat terhadap warganya yang terdampak banjir.

Namun di akhir pidatonya, Fakhry melontarkan seruan yang mengejutkan. Di hadapan warga, ia berharap agar Presiden Prabowo bisa menjadi presiden seumur hidup.

Ucapan itu disambut riuh sorakan para pengungsi yang memadati lokasi.

Baca Juga: CPNS Lulusan SLTA Tak Perlu Cek Fisik, Ini Daftar Formasi Tanpa Syarat Tinggi Badan Berdasarkan 2024

Mereka meneriakkan dukungan sambil berdiri dan bertepuk tangan, menciptakan suasana penuh euforia di tengah kondisi darurat bencana.

Sorakan itu berlangsung cukup lama sebelum akhirnya Prabowo memberikan respons.

Presiden Prabowo tidak memberikan pernyataan verbal. Sebaliknya, ia hanya menggeleng dan mengangkat tangan sebagai isyarat menolak.

Gerakan itu menegaskan bahwa dirinya tidak menerima ajakan tersebut. Kedua tangannya ditahan di depan dada, seolah meminta warga untuk tidak melanjutkan sorakan.

Baca Juga: TOP 5 Beasiswa Favorit, UKT Full Dibayarin! Mahasiswa Wajib Cek Kesempatannya

Sikap Prabowo itu sekaligus meredakan riuh dukungan yang sempat menggema di tenda pengungsian.

Momen itu menjadi perbincangan karena terjadi di tengah situasi bencana yang membutuhkan fokus penanganan.

Meski demikian, Fakhry sebelumnya menyampaikan apresiasi mendalam terhadap kehadiran Prabowo, menyebutnya sebagai pemimpin pertama yang datang setelah banjir melanda Aceh Tenggara.

Baca Juga: Kasus Kepala Sekolah Ditemukan Tewas Bunuh Diri, Polisi Telusuri Penyebab

Menurutnya, kedatangan Presiden memberi harapan besar bagi upaya pemulihan jangka pendek maupun jangka panjang.

Fakhry juga memohon dukungan pemerintah pusat untuk memulihkan infrastruktur, rumah warga, hingga fasilitas umum yang rusak akibat banjir.

Ia menekankan bahwa daerahnya sangat membutuhkan bantuan cepat, terutama untuk membuka kembali akses jalan, menyalurkan logistik, serta mengevakuasi warga yang masih terjebak di lokasi sulit dijangkau.

Baca Juga: Supian Suri Ingatkan ASN Depok agar Bekerja Ikhlas dan Syukuri Seragam KORPRI

Sementara itu, Prabowo dalam kunjungannya memastikan bahwa pemerintah akan mengirim tambahan bantuan logistik, personel, dan alat berat.

Ia mengatakan pihaknya sedang mengoordinasikan langkah dengan BNPB, TNI, dan kementerian terkait agar penanganan bencana lebih terfokus.

Di tengah situasi tersebut, respons Prabowo yang langsung menolak seruan presiden seumur hidup dinilai sebagai sikap tegas sekaligus penegasan komitmen terhadap prinsip demokrasi.

Meski ucapan Fakhry bersifat spontan, momen itu tetap menyita perhatian karena terjadi saat publik sedang menyoroti dinamika politik nasional dan penanganan bencana di berbagai daerah.

Baca Juga: Mengapa Banyak Orang Tertarik Membaca Blog Miharu Julie?

Kunjungan Prabowo ke Kutacane pun akhirnya tidak hanya berkaitan dengan banjir, tetapi juga memunculkan diskusi baru mengenai batas-batas komunikasi pemimpin daerah dalam forum publik.

Yang jelas, bagi warga Aceh Tenggara, kehadiran Presiden di tengah kesulitan pascabencana menjadi penguatan moral dan harapan baru untuk pemulihan wilayah mereka.***