POJOKSATU.id - Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nunuk Suryani, melakukan kunjungan ke SMP Negeri 2 Penajem Paser Utara (PPU) di wilayah Calon Ibu Kota Nusantara (IKN) pada Rabu (29/11).

Selama kunjungan tersebut, Dirjen GTK berinteraksi dengan Kepala Bidang GTK Dinas Pendidikan PPU, Kepala Sekolah SMPN 2 PPU, dan para guru di SMPN 2 PPU.

Nunuk Suryani menekankan bahwa status "Sekolah Penggerak" bukanlah satu-satunya penilaian keberhasilan suatu institusi atau unit pendidikan.

Baca Juga: Jokowi Umumkan 21 Investor Telah Gabung di IKN, Nilai Investasi Tembus Rp 330 Triliun

Menurutnya, keberhasilan juga dapat diukur dari kemampuan Kepala Sekolah dalam memotivasi warga sekolah, yang membuatnya lebih unggul daripada sekolah lain.

Meskipun terdapat lebih dari 300.000 sekolah di Indonesia, hanya 5000 di antaranya yang mendapatkan status Sekolah Penggerak Angkatan 1 s.d. 3, demikian disampaikan Nunuk.

Dalam dialog dengan guru-guru SMP Negeri 2 Penajem Paser Utara, Nunuk Suryani menyoroti pentingnya ketangguhan sekolah-sekolah di wilayah IKN.

Dia menjelaskan bahwa kehadiran para direktur di bawah Dirjen GTK adalah untuk memberikan intervensi agar setiap guru di kawasan IKN dapat meningkatkan kompetensinya, mengurangi disparitas antara pendidik di dalam dan di sekitar IKN.

Baca Juga: Universitas Indonesia Beri Pelatihan Dasar untuk Kejadian Henti Jantung dan Napas di Ibu Kota Negara (IKN)

Nunuk berharap setiap guru di IKN dapat meningkatkan kompetensinya, dan dia menegaskan bahwa tidak boleh ada kesenjangan tinggi antara pendidik di dalam dan di sekitar IKN.

Dia juga membicarakan kebijakan yang diterapkan oleh Direktorat Guru PAUD Dikmas terkait sertifikasi guru, khususnya untuk guru PAUD yang belum memiliki gelar S1.

Data Ditjen GTK menunjukkan bahwa SMPN 2 PPU menerapkan Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) dengan kategori Mandiri Berubah.

Oleh karena itu, Nunuk memberikan dorongan kepada guru-guru di SMPN 2 PPU untuk aktif menggunakan Platform Merdeka Mengajar (PMM) dan terlibat dalam komunitas belajar (kombel).

Baca Juga: Jokowi Lagi- lagi Tegaskan Alasan Pembangunan IKN, Sindiran Keras Buat Anies Baswedan

Dia menyampaikan harapannya agar SMPN 2 PPU dapat naik level menjadi kategori Mandiri Berbagi saat menjalani asesmen.

Nunuk memberikan pesan kepada Kepala Sekolah SMPN 2 PPU agar mengevaluasi keterlibatan komunitas guru, terutama terkait pembelajaran terdiferensiasi.

Selain kunjungan ke SMPN 2 PPU, kegiatan Kunjungan Kerja Dirjen GTK ke Provinsi Kalimantan Timur mencakup sesi Dialog bersama Mahasiswa PPG Pra Jabatan dan Dalam Jabatan di Universitas Mulawarman, serta Dialog bersama Guru Honorer, Guru ASN PPK, dan Guru Penggerak di wilayah Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur.***