POJOKSATU.ID – Belum lama ini publik tengah dihebohkan dengan kasus adik kandung pemuka agama, Habib Bahar bin Smith.
Seperti diketahui, adik kandung wanitanya yang berinisial S baru saja jadi korban tindak asusila berupa pencabulan di Pamulang, Banten.
Sedangkan, Zein selaku adik Bahar bin Smith lainnya juga jadi korban tindak pidana berupa penikaman.
Tidak heran, kasus yang menimpa kedua adiknya itu menyebabkan Habib Bahar bin Smith mengamuk.
Sebagaimana dikutip Pojoksatu.id dari portal media radarsolo.jawapos.com pada Kamis (19/6/2025).
Dalam artikelnya, amukan itu dikonfirmasi langsung oleh Ichwan Tuankotta selaku kuasa hukum keluarga Bahar.
Murka, marah keras. Marah benar-benar luar biasa beliau. Di polres juga ngamuk, nenangin juga susah,” jelasnya.
Tidak lain, amukan itu disebut Ichwan lantaran adik wanita Bahar nyaris dirudapaksa oleh pelaku tindak pidana.
“Dia harus jaga marwah adik perempuannya. Kalau adik laki-lakinya sih kata dia enggak apa-apa ditusuk biarin,” jelasnya.
Baca Juga: Modus Ajak Jalan Sore, ABG Diperkosa Teman Dekat, Ortu Curiga Korban Sering Murung
“Cuma adik perempuannya kan, kehormatannya mau diambil. Marah besar,” lanjut kuasa hukum keluarga Bahar.
Diketahui, kasus mengenaskan ini bermula ketika Zein sedang berada di kawasan Gang Sate, Pondok Benda, Pamulang pada Senin (16/6/2025).
Namun, tiba-tiba dirinya mendengar suara teriakan wanita di salah satu kontrakan sekitar pukul 02.30 WIB.
Baca Juga: Ranking Teratas Dapat Kode L atau R3b? Begini Penjelasan Hasil Seleksi PPPK Tahap 2
Tanpa berpikir panjang, Zein yang mendengar teriakan itu sontak bergegas mendatangi sumber suara.
Bukan main, adik laki-laki Bahar itu justru terkejut usai melihat sosok wanita yang sebelumnya sempat teriak di dalam kontrakan.
Di mana, wanita tersebut tidak lain merupakan saudarinya sendiri yang hendak dirudapaksa di kediaman pelaku.
Melihat saudarinya hendak dicabuli, Zein sontak berupaya menyelamatkan korban dari jeratan pelaku.
Namun, dirinya justru mendapatkan luka saat menangkis serangan pelaku yang mengincar lehernya dengan senjata tajam (sajam). ***



