POJOKSATU.id, DEPOK – Kuasa Hukum dari owner Klinik WSJ Beji Depok, Rikardo Siahaan, mengklaim bahwa dokter di klinik WSJ sudah memiliki sertifikasi dan kompetensi melakukan sedot lemak.
Sesampai di klinik kecantikan WSJ Depok setelah melakukan perjalanan naik pesawat dari Medan, selebgram Ella Nanda Sari Hasibuan diketahui mendapat tindakan sedot lemak sekira pukul 13.00 WIB, Senin (22/7/2024).
Rikardo Siahaan pun mengklaim, dokter yang melakukan sedot lemak kepada korban telah memiliki sertifikasi dan sesuai pada bidangnya.
Baca Juga: Edy Rahmayadi Klaim DPP PDIP Tugaskan Dirinya Mencari Wakil di Pilgub Sumut 2024
"Dokternya itu memang orang yang berkompeten untuk melakukan tindakan seperti itu. Saya juga sempat menanyakan terkait legalitasnya dan dokter mengatakan berkompeten sesuai dengan apa yang dia lakukan,” tutur Rikardo dilansir dari Liputan6com, Rabu (31/7).
Rikardo menuturkan, dokter yang melakukan penanganan sedot lemak sudah memiliki sertifikasi dan kompetensi. Namun Rikardo tidak tahu dimana saja praktek dokter ini.
"Ada, karena klinik minta itu juga supaya mengambil tindakan itu, kalau untuk keseluruhan saya nggak tahu di mana saja prakteknya," katanya.
Diketahui, pemilik klinik kecantikan WSJ di Beji Depok ini seorang perempuan berinisial W.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok, Mary Liziawati, memastikan bahwa klinik kecantikan WSJ tempat Ella Nanda Sari Hasibuan, lakukan sedot lemak, telah memiliki izin operasional.
Namun Izin dari Dinkes baru didapatkan klinik tersebut pada tiga hari sebelum Ella Nanda Sari melakukan sedot lemak. Di mana proses perizinan telah dilakukan sejak Desember 2023.
"Sertifikat standar sudah dikeluarkan Pemkot Depok per 19 juli 2024. Izin berupa klinik," kata Mary kepada wartawan, Selasa (30/7/2024).
Disebutkan Kadis Kesehatan, klinik juga menyertakan dokumen sertifikasi pelatihan dokter karena pelayanan yang diberikan terkait dengan estetika.
Sebelumnya, kasus selebgram asal Medan, Ella Nanda Sari Hasibuan, viral di media sosial karena diduga adanya malpraktik dalam kasus sedot lemak yang berujung kematian korban. ***




