POJOKSATU.id — Presiden Partai Buruh yang juga menjabat sebagai Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal, menilai sejumlah program prioritas Presiden Prabowo Subianto belum mampu memberikan peluang kerja yang memadai di sektor formal.
Ia mencontohkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang memang membuka lapangan kerja bagi ribuan orang melalui fasilitas SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi).
Namun, mayoritas tenaga kerja yang terserap justru berasal dari sektor informal.
"Penyerapan tenaga kerja yang sekarang terjadi kan di sektor informal. Misal MBG, betul MBG menyerap tenaga kerja, tapi informal," ujarnya.
Baca Juga: 7 Tips Menghemat Biaya Perawatan Hewan Peliharaan Tanpa Mengurangi Kesehatan
Said menekankan bahwa pekerja informal di dapur-dapur MBG tidak memperoleh hak-hak dasar.
Mulai dari gaji sesuai standar, jaminan kesehatan, hingga jaminan pensiun. Hal ini, menurutnya, berimbas pada rendahnya daya beli masyarakat.
"Gajinya di bawah upah minimum, tidak ada jaminan kesehatan, tidak ada jaminan pensiun. Misal nanti koperasi desa, bagus, kita mendukung program Pak Prabowo, tapi itu informal," jelasnya.
Lebih lanjut, ia juga menyoroti penyusutan lapangan kerja formal yang seharusnya bisa memberikan upah layak.
Baca Juga: Buruh Ancam Demo Besar di DPR 30 September, Said Iqbal Beberkan 3 Tuntutan Utama
Said menyebut banyak perusahaan justru melakukan PHK massal sehingga pekerja kehilangan sumber penghasilan tetap.
"Yang sektor formal? Banyak PHK di mana-mana. Banyak orang kehilangan daripada pendapatannya," katanya.
Kondisi ini, lanjut Said, mendorong banyak eks pekerja formal beralih ke sektor informal, salah satunya sebagai pengemudi ojek online.
Meski demikian, pekerjaan tersebut tidak menawarkan pendapatan yang stabil dan jauh dari kata sejahtera.
Baca Juga: Pilih Asuransi yang Tepat untuk Freelancer, Begini Tipsnya!
"Orang kerja di sektor ojol misal, itu kan gig worker yang tidak jelas, itu dianggap penyerapan tenaga kerja. Padahal mereka pendapatannya tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan," tutupnya.***




