POJOKSATU.id, JAKARTA-- Korban inisial AAL yang berprofesi sebagai Juru Parkir (Jukir) Foodcourt 88 dianiaya dua oknum TNI di Foodcourt 88 Kemang, Jakarta Selatan.

Aksi koboi dua oknum TNI yang merupakan Kasdim Kodim 0504/JS dan seorang Babinsa di Koramil Mampang Prapatan terjadi pada Sabtu (25/11/2023) pukul 03.00 WIB terhadap jukir AAL.

Insiden penganiayaan ini berawal ketika korban hendak melerai aksi penganiayaan kedua oknum TNI terhadap rekan jukirnya, namun malah menyasar serangan dari oknum TNI kepada dirinya.

"Saya lagi markir diwilayah tengah. Awalnya mereka (oknum TNI) bersitegang dengan rekan saya jukir yang dibagian depan. Disitu saya melihat rekan jukir saya didorong," Kata korban AAL saat membuat aduan ke PUSPOMAD, Senin (27/11/2023).

Baca Juga: Kapolri Perintahkan Penyidik Siapkan Berkas Sebaik-baiknya Hadapi Praperadilan Firli, Pertanda Apa Ini?

"Lalu saya hampiri untuk melerai agar tidak terjadi hal -hal yang tidak diinginkan karena masih banyak pengunjung Foodcourt 88," tutur korban.

Dari pengakuan korban, dia mengaku dibenturkan wajahnya ke bangku plastik, kemudian oknum TNI itu kembali melakukan penganiayaan yang menyebabkan luka di bagian bibir, bengap di wajah dan di kepala korban.

"Sudah divisum dan dikawal sama anggota PUSPOMAD, karena kami sudah adukan dan ada bukti laporannya juga mas," ucap korban.

Korban mengaku, diduga insiden penganiayaan ini dilatarbelakangi adanya sengketa pengelola Foodcourt 88 lama dengan anak pemilik tanah.

Baca Juga: Usai Dilantik Ketua Sementara KPK, Nawawi Pomolango Langsung Bahas Firli Bahuri Perlu Dibantu atau Tidak

Dia menjelaskan persoalan percecokan ketidakharmonisan itu telah terjadi ketika anak pemilik tanah yang bernama Arifin ingin mengambil alih pengelolaan foodcourt 88.

Pengelola foodcourt 88, Budy Wibowo membenarkan penyebab terjadinya penganiayaan terhadap jurkir tersebut.

Budy menuturkan, adanya intimidasi dan perlakukan yang tak layak dari anak pemilik tanah. Padahal MoU dan kesepakatan penyewaan lahan untuk pengelolaan Foodcourt 88 telah dilanggar.

Lebih dia juga menyebut pengelolaan Foodcourt 88 Kemang akan diambil alih oleh istri dari oknum Kasdim Kodim Jakarta Selatan.

Baca Juga: Saling Klaim akan Menang di Jatim, TKN Prabowo Vs TPN Ganjar Mulai Berebut Suara NU

"Pengakuan dari Arifin anak pemilik tanah itu ke kami ya seperti itu. Katanya mau diambil alih sama istri Kasdim Kodim Jaksel, kami juga punya bukti- bukti pengalihan pengelolaan foodcourt 88 kok termasuk foto mereka di ruang Kasdim Jaksel," beber Budy.

Sementara itu, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen TNI) Laksamana Muda TNI Julius Widjojono mengatakan pihaknya sudah mendapat informasi dugaan penganiayaan tersebut.

Saat ini, pihaknya berjanji akan memproses kedua oknum TNI Pamen dan Bintara itu.

Baca Juga: Preview Prancis vs Mali 28 November, Semifinal Piala Dunia U17: Statistik, Line Up dan Prediksi Skor

"Kami tetap proses mereka, dan silahkan tanyakan penanganannya ke Kodim setempat serta ke Kodam Jaya perihal kedua oknum TNI itu ya," kata Laksama Julius kepada wartawan, Senin (28/11/2023).

Tak hanya itu, kata dia, pihaknya juga akan transparan memproses kasus yang dilakukan anggotanya itu. Bahkan ia tak segan- segan akan meminta awak media untuk mengawal kasus tersebut.

"(Kawal) dan tanyakan ke Kodim setempat serta ke Kodam Jaya perihal penanganan oknum TNI," ujarnya.***