POJOKSATU.id, MAKASSAR— Sebuah video viral di media sosial Instagram menunjukkan tiga anggota TNI AU ribut dengan driver atau sopir online di Bandara Hasanuddin Makassar, Sulsel.
Dari kronologi terlihat keributan tiga prajurit TNI dan sopir online ini terekam video diduga milik sopir dan kejadiannya di dalam mobil milik sopir itu.
Dinarasikan keributan itu terjadi karena sopir hendak mengambil penumpang di dalam area Bandara Hasanuddin Makassar.
Belakangan diketahui, driver online ini bernama Agusli. Dia terlibat keributan dengan tiga anggota TNI Angkatan Udara (AU) saat hendak masuk ke kawasan bandara.
Baca Juga: Sri Mulyani Beri Sinyal Tak Mau Lagi Menkeu di Era Prabowo-Gibran, Pengamat Sebut Hal Wajar
Awalnya, ada 2 prajurit yang ribut dengan sopir tersebut. Kemudian, menyusul datang satu prajurit lagi, menjadi 3 anggota TNI.
Video memperlihatkan mobil Agusli dihentikan oleh tiga anggota TNI AU yang bertugas di kawasan pintu masuk Bandara.
Agusli dicegat petugas lantaran hendak menjemput penumpang dalam bandara, sementara ada aturan bahwa sopir taksi online dilarang beroperasi atau menjemput penumpang dalam kawasan bandara.
Ketegangan terjadi saat Agusli diminta oleh tiga anggota TNI AU tersebut untuk turun dari kendaraannya. Namun, Agusli tetap bertahan.
Baca Juga: Dimas Yonathan Tarigan Biodata dan Umur, Ternyata Sarjana Pendidikan UPI Lulusan 2022
Anggota TNI AU tersebut langsung membuka pintu mobil dan mencoba mengambil kunci dan menarik Agusli keluar dari mobil.
Agusli juga terdengar berteriak meminta pertolongan. Tak lama, salah satu anggota TNI AU diduga langsung menampar wajah Agusli.
Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Kadispenau) Kolonel Ardi Syahri membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ardi menyebut kedua belah pihak telah sepakat damai.
"Sudah damai dan selesai dengan kekeluargaan, (kejadian) 29 Juni kemarin," kata Ardi kepada wartawan, Minggu (30/6).
Ardi menyebut sopir taksi itu praktik ilegal di dalam bandara. Dia menyebut si sopir pun ketika diingatkan tidak terima.
"Sopir online praktik ilegal masuk wilayah transportasi bandara, diingati baik-baik tidak mau, tapi anggota TNI AU juga sudah ditegur agar lebih humanis," katanya.
Prajurit TNI AU yang terlibat keributan yakni Peltu Udin Patoba, Serma Mustakin, dan Pratu Dzakwan.
Sementara kejadian ini disebut terjadi Jumat (28/6) sekitar jam 15.00 WITA.***




