POJOKSATU.ID – Belum lama ini publik tengah dihebohkan dengan kasus SDN 1 Kenayan Tulungagung, Jawa Timur.

Bagaimana tidak, hal ini terjadi lantaran sejumlah siswa SDN 1 Kenayan viral usai terekam tengah sawer seorang biduan.

Yang mana, aksi memprihatinkan itu dilakukan oleh para siswa terkhusus kelas 6 saat menggelar acara perpisahan.

Baca Juga: Adam Suseno Pingsan usai Kakinya Bersimbah Darah, Suami Inul Daratista Itu Dilarikan ke Rumah Sakit dan Mendapat Delapan Jahitan

Menyikapi hal ini, Kepala Sekolah (Kepsek) SDN 1 Kenayan Admim Kholisina turut membeberkan kronologi kejadian.

Sebagaimana dikutip Pojoksatu.id dari akun media sosial platform X milik @dwioktariyadi pada Sabtu (21/6/2025).

Dalam unggahannya, Kepsek SDN 1 Kenayan menuturkan bahwa dirinya sama sekali tidak mengetahui insiden tersebut terjadi.

Baca Juga: Viral Siswa SDN 1 Kenayan Tulungagung Sawer Biduan saat Perpisahan, Disaksikan Orang Tua Murid

Sebab, acara sawer-menyawer yang dilakukan para murid kelas 6 usai acara resmi perpisahan usai dilaksanakan.

Admim juga menjelaskan bahwa pihak yang terlibat sekaligus mengundang biduan tersebut tidak lain atas dasar kemauan orang tua siswa.

“Yang mengadakan acara tambahan itu murni dari paguyuban wali murid kelas 6,” terang Kepsek SDN 1 Kenayan.

Baca Juga: Pendaftaran Sekolah Kedinasan 2025 Dibuka 29 Juni, Ini Jadwal Lengkap Seleksi dan 3.252 Formasi yang Tersedia di Tujuh Kementerian

“Guru-guru sudah meninggalkan lokasi dan kembali ke ruang guru saat kejadian itu berlangsung,” lanjutnya.

Diketahui, aksi memprihatinkan itu dilakukan sejumlah siswa atas dasar kemauan orang tua murid di tempat yang sama dengan acara perpisahan sekolah digelar.

Sehingga, banyak yang menduga bahwa acara tersebut difasilitasi dan dipelopori langsung oleh pihak sekolah.

Baca Juga: Warga Temukan Kejanggalan Proyek Hotmix di Karawang, Getar: Jangan Ada Main Mata!

“Jadi guru-guru juga diundang juga di kelas itu tapi hanya mengalungkan apa itu tanda ke siswa, terus sama mau potong tumpeng,” tuturnya.

“Setelah acara selesai, setelah pembagian konsumsi dan sebagian anak-anak foto bersama dengan keluarga, akhirnya bapak ibu guru keluar dari lokasi itu dan ke ruang guru,” terangnya.

Berdasarkan pengakuan Admim, para orang tua siswa yang terlibat dalam acara sawer-menyawer itu telah menyampaikan permohonan maaf. ***