POJOKSATU.ID – Kasus bentrokan terhadap aparat kepolisian kini kembali terjadi di kawasan Yogyakarta (Jogja).
Diketahui, kronologi bentrokan tersebut terjadi tidak lain disebabkan oleh ratusan warga yang tergolong dalam Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) di Jogja.
Yang mana, mereka disinyalir kuat telah mengibarkan Bendera Bintang Kejora di hadapan aparat kepolisian.
Tidak heran, aparat kepolisian yang bertugas sontak langsung mengamankan salah seorang mahasiswa yang mengibarkan bendera tersebut.
Baca Juga: 5 Pesan Penting Habib Rizieq di Reuni Akbar 212 Tahun 2024, Singgung Kejadian Tahun 2016
Sebagaimana dikutip Pojoksatu.id dari akun media sosial platform Instagram milik @jogjaninfo pada Senin (2/12/2024).
Dalam unggahannya, bentrokan ini terjadi ketika ratusan mahasiswa Papua melakukan unjuk rasa di Jalan Kusumanegara.
Aksi unjuk rasa ini juga dikawal oleh aparat kepolisian untuk menjaga keamanan dan ketentraman warga setempat.
“Massa menggelar orasi di kawasan tersebut dan membubarkan diri sekitar pukul 17.24 WIB,” jelas di-caption.
“Bergerak ke arah timur menuju asrama mereka dengan pengawalan dari gabungan Polresta Jogja dan Polda DIY,” lanjutnya.
Baca Juga: Daftar Pemain Timnas Filipina di ASEAN Cup 2024: Ada Patrick Reichelt hingga Kevin Mendoza
Namun selama dalam perjalanan pulang, salah seorang mahasiswa Papua tiba-tiba mengibarkan bendera Bintang Kejora.
Seperti diketahui, bendera tersebut merupakan simbol yang dipakai oleh Organisasi Papua Merdeka (OPM).
Tentu, tindakan yang diduga memecah belah bangsa ini sontak membuat pihak kepolisian geram dan langsung mengambil langkah tegas.
Diketahui, pihak kepolisian ini hanya ingin mengamankan salah seorang mahasiswa Papua yang telah mengibarkan bendera tersebut.
Kendati demikian, tindakan aparat kepolisian justru direspon negatif oleh ratusan mahasiswa Papua di Jogja.
Baca Juga: Ada Reuni 212 di Kawasan Monas, Berikut Titik Pengalihan Arus Lalu Lintas
“Kericuhan pecah saat ada upaya pengibaran bendera Bintang Kejora di depan SPBU Kusumanegara,” terangnya.
“Aparat yang berjaga mencoba mengamankan massa yang mengibarkan bendera tersebut,” imbuhnya di-caption.
Diketahui, para mahasiswa Papua dan pihak kepolisian terlibat baku hantam yang nyaris memakan korban jiwa.
Terlihat jelas juga dalam video di media sosial memperlihatkan beberapa mahasiswa yang mengambil fasilitas umum untuk menyerang aparat kepolisian.
“Massa kemudian merespons dengan melakukan penyerangan terhadap polisi menggunakan batu, piring dari warung, dan benda-benda lain yang ada di sekitar,” terangnya.
Baca Juga: Tri Adhianto dan Haris Bobihoe Menangkan Pilkada Kota Bekasi 2024 Hasil Rekapitulasi 12 Kecamatan
Lebih lanjut, tindakan anarkis oleh ratusan mahasiswa Papua ini membuat pihak kepolisian terpaksa mengambil langkah tegas.
Yang mana, pihak kepolisian terpaksa pukul mundur ratusan mahasiswa tersebut dengan menembakan gas air mata.
Sebab, kerusuhan tersebut berpotensi menimbulkan kekacauan yang merugikan masyarakat setempat. ***



