POJOKSATU.id, PEKANBARU—Dalam rekaman video yang beredar diketahui anak Dumaris Sitio yang berkebutuhan khusus, Arnold Meha, sempat mendatangi rumahnya menggunakan sepeda motor.

Namun saat tiba di pagar rumah, Arnold langsung disambangi mantan istrinya Anisa Florensia Tumanggor (21) dan Lisbet Barasa (22) dan langsung mengajaknya bicara.

Arnold pun tak masuk ke rumah dan tak mengetahui ibunya telah tewas dibunuh oleh komplotan mantan istrinya Anisa Florensia.

Baca Juga: Tiga Tahun Dendam Berkarat Anisa pada Keluarga Dumaris, Dulu Nikahi Anaknya yang Berkebutuhan Khusus

Berikut kronologi pembunuhan seperti disampaikan Kapolresta Kota Pekanbaru Kombes Pol Muharman saat konferensi pers di Polres, Minggu (3/5).

Pada hari kejadian atau Rabu (29/4), otak pelaku Anisa Florensia menghubungi mantan suaminya Arnold yakni anak korban dan berjanji bertemu di sebuah ruko di Jalan Sudirman.

Setelah bertemu di Jalan Sudirman tersebut, komplotan pelaku lalu menuju ke rumah korban dan langsung masuk ke dalam rumah.

Anisa yang merupakan menantu ditemani Lisbet Barasa yang tidak lain adalah teman sekolah SMP Anisa di Sumut.

Baca Juga: Profil Arrofi Ramadhan, TikToker yang Menikah dengan Konsep Sunflower Wedding di Atas Danau

Sampai ke dalam rumah, pelaku Anisa sempat salaman dengan korban dan mencium tangan korban. Dan ditanya mantan mertuanya ‘kok sudah lama tidak ke sini’.

Saat ngobrol di dalam rumah ini lah, akhirnya seorang laki-laki yang merupakan eksekutor yaitu SL masuk dengan pura-pura menagih uang taksi online anaknya.

Sambil membawa sebalok kayu yang sudah disiapkan dari hotel tempat mereka menginap, dengan cepat SL menghujam kayu tersebut ke bagian dada dan kepala korban hingga meninggal dunia.

Mayat korban pun langsung diseret ke kamar mandi dan meninggal ditempat, dua pelaku laki-laki itu juga merusak CCTV di rumah korban.

Saat bersamaan Arnold , anak korban tiba di rumah dan langsung diajak ngobrol dua pelaku lainnya yang merupakan perempuan yakni Anisa dan Lisbet.

Berencana Membunuh Arnold

Tidak hanya berencana menghabisi mertuanya, Anisa dan komplotannya juga berencana menghabisi semua keluarga korban, termasuk suaminya Arnold.

Saat itu, Arnold diajak untuk menemui keluarga pelaku Anisa di Minas Siak, dengan rencana pelaku juga akan mengeksekusi Arnold.

Arnold menaiki sepeda motor ditemani satu pelaku Lisbet, sedangkan tiga lainnya naik mobil.

Setibanya di Minas, pelaku mulai panik dan rencana untuk mengeksekusi Arnold pun batal. Diduga kejadian pembunuhan ini sudah menyebar di media sosial.

Akhirnya pelaku memberikan uang 50 ribu kepada Arnold dan menyuruh kembali ke Pekanbaru.***